Istri Susah Disuruh Sholat Dan Suka Berhutang Pinjaman Online

Fiqih Muamalah, 31 Mei 2020

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum perkenalkan saya Ridho dari Jakarta, saya mau bertanya;

1. Istri saya pada awal2 peenikahan di quartal terakhir 2016 rutin untuk sholat lima waktu tetapi setelah kelahiran putri saya pada tahun 2017 menstruasinya tidak beraturan,  jadi setiap hari dia bisa mengeluarkan darah terus menerus atau yang dikenal dengan istihadhah yabg mana jika dalam keadaan seperti itu seharusnya tetap melakukan sholat tetapi dia malah berdalih macam-macam. Saya sudah ingatkan dengam cara pelan terus menerus dan keras juga tetapi istri saya bebal. Apakah saya berhak menceraikannya? Mohon pencerahannya?

2. Istri saya berhutang via aplikasi pinjaman online dengan dalih nafkah yang saya berikan kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari hari padahal setelah dikalkulasikan cukup, tetapi dia berkilah tidak cukup. Kalau sudah begitu, apakah ada alasan yang proporsional untuk saya untuk tidak menceraikannya? Jazakumullaah khairan katsiiron

 



-- Ridho Hamba Allah (Jakarta Selatan)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Talak atau Cerai mestinya bisa menjadi solusi disaat ada problem dalam rumah tangga, tetapi seyogyanya ia (talak) adalah solusi yang terakhir kali yang bisa diambil, apabila segala upaya yang optimal untuk memperbaiki keadaan sudah ditempuh, tetapi tidak juga bisa memperbaiki keadaan

Dua hal yang terjadi pada istri anda itu adalah masalah yang tidak sederhana, namun tidak ada masalah kecuali mesti ada solusinya, yang karenanya banagunlah komunikasi yang baik dengan istri, ajaklah istri untuk duduk bersama di waktu yang kondusif, musyawarahkan bersama istri problem yang sedang anda hadapi, berikan masukan dan nasehat yang baik, dan bila diperlukan hadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetesnsi untuk menjadi penengah

Dan bila segala upaya yang baik sudah anda tempuh, tetapi istri masih juga bersikeras dengan masalahnya, maka itu sudah cukup untuk dijadikan syari bagi anda untuk menempuh solusi terakhir yaitu proses cerai dengan cara yang baik, yaitu tawarkan kepada istri dua pilihan, anta cerai atau memperbaiki kesalahan

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho=Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA