Tentang Cerai Rujuk

Fiqih Muamalah, 4 Juni 2020

Pertanyaan:

Saya belum lama Cerai dengan istri lalu selang habis 'idah saya rujuk kemudian timbul masalah lagi lalu istri minta dibersihkan lalu saya bilang ya sudah kita kembalikan lagi ke pengadilan. Apakah kata-kata saya seperti itu sudah kategori Talak dan Jika posisi sekarang ini saya menjalin ikatan lagi diperbolehkan tidak menurut aturan agama ? mohon penjelasannya

 



-- Juwanto (Lampung Timur)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Talak atau Cerai, apabila dilihat dari aspek lafal yang dipakai ada dua macam :

1). Sharih atau jelas, seperti Cerai atau Talak, Apabila seorang suami mengatakan kepada istrinya : anda saya talak atau anda saya cerai, maka secara otomatis dengan ucapan tersebut jatuh hukum talak

2). Kinayah atau sindiran, seperti : terserah kamu, kembali saja ke ortumu atau yang sejenisnya dengan kalimat kalimat yang masih berpotensi banyak penafsiran. Dengan kaliamat yang demikian ini, apabila diucapkan oleh seorang suami kepada istrinya, maka jatuh dan tiudaknya hukum cerati ditentuk oleh niat suami saat dia mengucapkannya

Dan oleh karena kalimat yang dipakai oleh suami anda ketika merepon permintaan anda, tidak dengan kalimat yang sharih tetapi kalimat kinaayah, maka jatuh atau tidaknya hukum cerai akan ditentukan dengan niat suami anda saat dia mengucapkannya

Yang karenanya, seyogyanya anda konfirmasi ke suami perihal kesertaan niat cerai atau tidak saat dia mengucapkannya, Apabila dia menyertakan niat cerai, maka berarti telah jatuh hukum cerai, tetapi apabila saat dia mengucapkannya tidak disertai dengan niat cerai, maka tidak jatuh hukum cerai

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA