Kebingungan

Fiqih Muamalah, 4 Juni 2020

Pertanyaan:

Bagaimana jika seorg suami tidak memberi nafkah pada istri dan anak selama 2 tahun???

Dan apa yang harus dilakukan istri ketika suami tersebut datang???



-- Yulia (Bunga12345)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa menghadirkan fihak ketiga yang mempunya kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah berlarut larut tidak ada ujungnya, apalagi permasalah anda tersebut bagian yang sangat mendasar dalam rumah tangga yaitumasalah hak dan kewajiban dan dalam waktu yang cukup lama yaitu sudah berjalan 2 tahu sebagaimana anda sampaikan

Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, segeralah kontak suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, kalau diperlukan hadirkan fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi dalam upaya bersama mencari solusi terbaik.

Dan apabila upaya optimal sudah anda lakukan, tetapi suami tetap saja dengan sikapnya, mengabaikan kewajibannya sebagai seorang suami dan seorang bapak, maka perpisahan atau cerai barangkali bisa menjadi solusi yang terkahir sekali yang bisa anda tempuh.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 

 

 



-- Agung Cahyadi, MA