Hasil Zakat Maal Untuk Menggaji Guru Ngaji Dan Marbot

Zakat, 5 Juni 2020

Pertanyaan:

assalamualaikum,

Mohon pencerahannya pak ustadz; Kami sebagai panitia pengumpul dan pendistribusi zakat maal di musholla kompleks perumahan kami. 1. Bolehkah hasil zakat maal dimanfaatkan untuk menggaji tenaga marbot dan guru ngaji di musholla tersebut secara bulanan, dari bulan ini hingga ke depan sampai habis dananya, dan kalau kurang diambilkan (digabung) dari dana infak lainnya yang terkumpul di bendahara musholla ? 2. Juga diberikan ke anak yatim secara bulanan pula, tidak diberikan sekaligus. ?

syukron jazakallahu khoiron atas perhatian dan pencerahannya.

salam, ton



-- Teguh Martono (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

GAJI adalah hak seorang pegawai/ karyawan/pekerja pada suatu perusahaan atau tempat bekerja lainnya, baik dia itu miskin atau kaya, baik dia kafir atau muslim.

Dengan demikian, GAJI yang diterima oleh seorang karyawan/pekerja adalah sebagai kompensasi dari kerja yang dilakukannya.

Sementara ZAKAT adalah kewajiban yang harus dikeluarkan oleh seoramg muslim yang kaya untuk diberikan kepada orang muslim yang telah ditetapkan secara khusus (8 orang yang Allah sebutkan dalam QS.9:60), sehingga zakat itu bukanlah kompensasi dari sebuah pekerjaan yang dilakukan oleh seorang pekerja.

Jadi GAJI itu beda dengan ZAKAT, sehingga :

1). Tidak boleh membayar GAJI pegawai, termasuk marbot dan guru ngaji dengan uang ZAKAT.

Yang oleh karena itu juga, Pegawai yang kaya berhak menerima GAJI tapi tidak berhak menerima ZAKAT
Pekerja kafir meskipun miskin berhak menerima GAJI dan tidak berhak menerima zakat. sementara Pekerja muslim miskin berhak menerima GAJI dan zakat sekaligus.

2) Yatim, bisa dimasukkan ke dalam golongan yang berhak untuk menerima zakat bukan karena yatimnya tetapi karena miskinnya, sehingga seorang yatim yang miskin berhak untuk dberi zakat untuk menutup  kebutuhannya, dan memang sebaiknya tidak diberikan sekaligus, tapi bisa disisihkan haknya oleh amil zakat untuk diberikan kepada yatim tersebut secara bertahab untuk jangka waktu tertentu kedepan.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 

 



-- Agung Cahyadi, MA