Suami Saya Selingkuh Dan Melakukan KDRT

Pernikahan & Keluarga, 20 Juni 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum. Saya sudah menikah pada tahun 2020 dan alhamdulillah telah dikarunia anak perempuan berusia 1.5 tahun. Saat ini saya sedang mengandung anak kedua. Pada kehamilan anak pertama, sy mengetahui perselingkuhan suami saya dg rekan kerjanya. Suami sy awalnya tidak mengakui, sampai pd akhirnya setelah sy melahirkan dan anak pertama sy berusia 1 tahun lebih baru sy mendapatkan bukti2 valid bahwa suami sy benar2 berselingkuh. Selama suami sy berselingkuh, suami sy mengalami perubahan sikap yg sangat drastis menjdi pemarah, suka sembunyi2 ketika bermain hp, tidak perhatian dg keluarga, sering berbohong, berkata kasar bahkan sempat melakukan kekerasan fisik terhadap sy.

pada saat sy mengetahui perselingkuhan suami sy pd awal tahun ini, sy ingin sekali menggugat cerai suami sy. Namun suami sy tidak ingin, dan berjanji kpd sy akan berubah. Akhirnya suami resign dr kantornya. pd awalny suami sangat baik dan perhatian kpd sy, namun itu hnya bertahan bbrp minggu. Hingga saya hamil anak kedua, suami sikapny berubah lg seperti dulu. Setiap kami cekcok, suami selalu melakukan kekerasa thd sy, namun akhirnya kami berbaikan. Puncaknya kami bertengkat krn sy tau suami sy ingin bekerja kembali di tempat kerjany sblmny. Sy emosi dan kami cekcok sampai suami sy gelap mata, suami bbrp kali melakukan kekerasan thd sy hingga menvgambil pisau ingin menusuk sy. Saya sangat ketakutan saat itu, dan keluar dr rumah. 

setelah bbrp hari tidak pulang menenangkan pikiran dan hati, sy menghubungi suami sy mau melanjutkan pernikahan ini atau bagaimana. Sy sbnrnya jg sangat bingung saat ini dg yg sy rasakan. Sy bgtu ingin pisah dr suami sy ttpi masih ada perasaan thd suami. 

sy sudah menceritakan masalah ini kpd keluarga sy dan keluarga suami. Sy minta mediasi, tetapi dr pihak keluarga suami sy tdk ada respon apa2.

Sy bingung sekali saat ini. Mohon bantuannya Bpk/Ibu.

 

Terima kasih

 



-- Merissa (Jakarta Selatan)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, kalau diperlukan hadirkan fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi dalam upaya bersama mencari solusi terbaik.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA