Terlanjur Yakin Bahwa Sudah Jatuh Talak Dengan Kalimat Bubarnya

Lain-lain, 24 Juni 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb . Ustad saya mohon maaf sebesar besarnya karena saya terlalu banyak tanya mengenai permasalahan dalam rumah tangga saya ,mohon maaf ustad karena saya terlalu panjang dalam menjelaskan kepada ustad . Mudah mudahan ustad memaafkan kesalahan saya , ini percakapan saya dengan suami pada siang hari :
Suami : bilang bubar 3 kali, 4 kali berarti talak 3 ,Berarti mas sudah ngucap talak 3 gimana ini, terserah deh, mending sana musyawarah sama orang tua . Terserah deh mas pusing. Mas kan sudah ngucap bubar 3 kali kan, berarti talak 3 , terserah deh, sana musyawarah sama mama , kita sudah talak 3.
Istri : belom kayanya mas , kita masih bisa rujuk deh.

Bunyi percakapan saya dan suami pada sore hari dan menyuruh saya berkonsultasi kepada ustad :
Suami : talak 2 kali, bukan 3, yang pertama kan di rumah bapa , waktu kamu disuruh nginep engga mau, terus itu mas nyesel .yang di rumah bapa bukan ikut talak, berarti 2 kali.
Istri : yang di bapa mas ngga ngomong bubar setelah nikah tapi bubar sebelum nikah maksudnya bubar waktu pacaran.
Suami : iya bener, berarti baru 2 kali talak. Sudah ketemu jawabannya , insya Allah masih bisa selamat rumah tangganya . Bener 2 talak , nanti ngomong nya 2 talak , terus nanti jelasin, nanti solusinya gimana.

3 kalimat bubar yang diucapkan suami :
1 . “ ngerti kamu ngga mau ikut saya untuk tinggal di rumah ortu saya mending sebelum nikah kita hubungannya bubar saja, mumpung waktu itu hubungan kita belum lama dan kita masih awal kenal” setelah itu kami baikan lagi .
2 . Ngembek terus, bubar saja apah
3 . Kalo kamu bubar kuliah, ya kita bubar paham

1. Ustad bagaiamana hukumnya karena suami saya terlanjur yakin ,  memiliki keyakinan dalam jumlah talak yang jatuh berubah ubah ,….? Awalnya dia yakin dan mengira talak sudah jatuh 3 kali lalu dia mengingat kembali perkataan bubar yang ke-1 bahwa dia tidak ada niat cerai , lalu dia menjelaskan kepada saya bukan talak 3 tapi talak 2 . Itupun suami saya belom tahu hukum kalimat bubar yang ke- 2 dan ke -3 karena saya belom tanya ke ustad , dan sekarang suami berubah lagi menjadi yakin bahwa dalam rumah tangga kami belom terjadi talak,…

Bagaimana hukumya ustad karena suami terlanjur yakin dan  keyakinan suami berubah ubah atas ketidaktahuan dan kesalahpaham mengenai hukum dari perkataanya yang ke-2 dan ke-3 🙏

2. Apakah jatuh talak karna suami terlanjur memberitahukan dan bercerita kepada temannya bahwa dia sudah mentalak istrinya , hal itu karna suami mengira bahwa kalimat bubar yang ke 2 dan ke 3 menurutnya sudah jatuh talak . Padahal belom diketahui kebenarannya apakah kalimatnya tersebut jatuh talak atau tidak . Suami berkata kepada temannya " istriku sudah jatuh talak 2" aku sudah menjatuhkan talak 2 kali kepada istriku " 

Ustad tolong sekali pertanyaan saya yang ini dijawab 🙏

Saya sangat khawatir dan cemas apalagi saya sekarang sedang dalam keadaan hamil, saya tidak bisa makan, tidur dan melakukan aktifitas dengan tenang karena saya selalu kepikiran terus dengan masalah ini 🙏



-- Retno (Tegal)

Jawaban:

Wa alikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sebelum menjawab semua pertanyaan diatas ,terlebih dahulu perlu diterangkan masalah talak.

Talak  secara bahasa artinya membiarkan dan meninggalkan

Talak secara istilah artinya: melepas ikatan perkawinan dan menyudahi hubungan perkawinan. Talak hanya terjadi dari pihak suami,kalau istri yang mengajukan perceraian,itu namanya khulu’ atau gugatan cerai.

Kapan talak itu jatuh ?. Para ulama sepakat bahwa talak akan jatuh secara sah jika seorang suami yang berakal, baligh dan menjatuhkannya atas pilihannya sendiri . Adapun jika suami sedang tidak berakal/gila/mabuk,atau masih belum baligh atau terpaksa,main-main,lupa atau terucap spontan tanpasengaja, maka talaknya diperselisihkan.

Lafadz apa yang sah dipakai untuk talak? Apakah semua kata bisa dipakai untuk talak?

Lafatdz talak ada dua macam yaitu lafadz sharih atau tegas dan lugas,contohnya: “ kamu saya talak,kamu saya ceraikan “dan lafadz kinayah atau kiasan,kalimat tidak langsung.contohnya :”kamu pulang saja ke rumah orangtuamu”. Kalimat itu bisa dimaknai talak bisa pula tidak.

Para ulama sepakat,talak yang menggunakan lafat sharih/tegas dan lugas dan diucapkan dalam keadaan sadar dari suami yang sudah balik dan tidak dalam keadaan terpaksa,maka talaknya sah.

Adapun kata “bubar” termasuk kata kinayah,dia memerlukan penjelasan dan klarifikasi dari orang yang mengucapkannya,apakah dia bermaksud dengan kata”bubar” adalah talak atau ada maksud lain, apakah dia ucapkan kata itu secara sadar atau dalam kondisi marah atau dalam kondisi lainnya? Semua jawaban dari pertanyaan tadi akan memperjelas hukumnya.

Jika dia mengucapkan kata”bubar “ dalam kondisi sadar dan tidak terpaksa serta dia bermaksud dari kata “ bubar” adalah talak,maka talak jatuh secara sah.

Jika dia mengucapkan kata”bubar” itu tidak dimaksudkan untuk talak,tapi maksud lainnya,maka belum jatuh talak.

Adapun dia telah menceritakan kepada orang lain bahwa dia telah menceraikan istrinya,karena memahami  kata “bubar” sama dengan talak tidak dapat mengubah hakikatnya. Kembali kepada niat dia mengucapkan kata tersebut. Jika dia berniat dengan kata”bubar”adalah talak ,maka jatuhlah talak,dan yang diceritakan kepada orang lain adalah benar adanya. Tapi jika dia tidak berniat mentalak istrinya dengan kata tersebut,maka talak belum jatuh dan apa yang diceritakan kepada orang lain itu suatu kekeliruan. Wallahu alam bishowab.(as)



-- Amin Syukroni, Lc