Anak Pertama Tidak Boleh Menikah Dengan Anak Yang Orang Tuanya Tidak Utuh (meninggal)

Pernikahan & Keluarga, 24 Juni 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb

Saya adalah perempuan dengan usia 30 tahun dan anak pertama.  Secara usia saya seharusnya sudah berhak menentukan pilihan hidup saya.  Saya adalah perempuan yang punya kekurangan secara fisik.  Walaupun saya memiliki banyak teman. Akan tetapi lelaki yang serius dengan saya rata rata adalah anak yatim.  Tetapi selalu ditolak mentah2 sama ibu saya.  Katanya kalau menikah dengan laki2 yatim,  salah satu orangtua wanita yang utuh akan segera meninggal.  Sudah sering saya mengingatkan rejeki,  jodoh,  dan mati hanya Allah yang tahu.  Tapi ibu saya selalu mengutuk saya durhaka dan menyumpahhi saya tidak akan bahagia. Apa yang harus saya lakukan, tetap menurutti ucapan orang tua yang tidak masuk akal atau saya harus kehilangan lagi?  Sedangkan ayah saya sudah menyerahkan semua kepada saya. Bagaimana solusinya

Wasslamualaikum wr wb

Hamba Allah

 



-- Ayu (Malang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Pernikahan adalah bagian dari ibadah yang mulia nilainya, banyak kemaslahatan yang akan bisa dapatkan melalui ibadah nikah, dan nikah adalah hak setiap orang. termasuk anda sebagai seorang wanita muslimah tentu juga mempunyai hak unutk menikah

Dan agar ketika anda nanti menikah dapat mengatur kehidupan rumahtangga dengan baik, maka KEDAMAIAN menjadi salah satu faktor yang menentukannya, dan agar anda bisa damai, maka janganlah memaksakan diri untuk menikah kecuali anda sudah mendapatkan restu dari kedua orang tua

Dari penjelasan tersebut dan dari realita yang anda temui, bahwa ibu anda belum bisa merestui keinginan anda dengan alasan yang tidak benar dalam pandangan agama kita.

Dan untuk mejelaskan  dan memberikan pemahaman kepada ibu anda tersebut tentu tidak mudah karena itu adalah masalah keyakinan 

Yang karenanya, peran bapak anda untuk bisa mendekati dan memberikan pemahaman kepada ibu sangat diperlukan dalam hal ini, lebih dari itu menurut saya diperlukan kehadiran fihak ketiga yaitu seorang ustadz atau tokoh masyarakat yang mempunyai kompetensi sekaligus dihormati oleh inu anda yang berkenan untuk memberikan penjelsan kepada ibu perihal pentingnya pernikahan anda dengan segera dan kesalahan pemahaman ibu 

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishsshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA