Mimpi Kencing

Thaharah, 4 Juli 2020

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum

Saya mau bertanya, tadi pagi saya mimpi kencing.. seperti keluar sedikit pipisnya dan kemudian saya terbangun sebentar sehingga tidak keluar semua, kemudian saya tidur lagi.. selang berapa jam kemudian saya bangun, dan saya berpikir kalau saya td seperti pipis, kemudian saya kekamar mandi untuk ngecek, dan saya mencium bau pesing di panty liner (pembalut tipis), krna berhubung saya merasa was2 kencing makanya akhir2 ini saya pakai pembalut... Setelah itu saya, ganti semuanya pakaian dalam... Tapi saya cek lgi krna was2 dan saya dapati juga ada putih2 yang sudah kering di celana dalam saya dan saya cium juga bau pesing... Trus saya beralih ke kasur, saya cium untuk membuktikan biar saya gak was2 kalau ada terkena pipis itu sprei.. tapi saya gak mencium bau pesing... Basah pun gak ada... 

Jadi bagaimana menyikapi kejadian saya ini, apa ini sekedar perasaan was2 saya saja atau saya harus mensucikan tempat2 yg saya rasa itu terkena pipis saya.? Mohon jawabannya, terimakasih๐Ÿ™‚



-- Putri (Banda Aceh)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Salah satu diantara senjata setan untuk merusak ibadah seorang muslim adalah penyakit was-was. Penyakit ini dia sematkan di hati hamba Allah untuk menimbulkan keraguan. Dengan metode ini, setan bisa dengan mudah menggiring seorang muslim untuk mengulang-ulang ibadahnya ; ada yang mengulang-ulang gerakan wudhu karena merasa ada bagian yang kering, ada yang berwudhu berkali-kali karena merasa ada yang keluar dari dubur, ada yang buang air kecil setengah jam karena merasa tidak tuntas, ada yang gonta-ganti celana karena merasa ada yang menetes dst.

Setelah kita yakin bahwa penyakit was-was adalah godaan setan, maka harus melawannya dengan mencari solusi agar was was tersebut hilang, Ada beberapa saran yang disampaikan ulama untuk mengobati wss was :

1. Tidak pedulikanya, obat yang paling mujarab untuk menghilangkan was-was adalah sikap tidak peduli. Tidak mengambil pusing setiap keraguan yang muncul.

2. Mengambil sikap kebalikannya, Bentuk tidak mempedulikan perasaan was-was dalam hati adalah dengan mengambil sikap kebalikannya. Misalnya, seorang berwudhu, kemudian muncul keraguan seolah ada yang keluar dari dubur. Untuk mengobati was-was ini, keraguan itu tidak perlu dia perhatikan dan dia yakini wudhunya sah dan dia tidak kentut dan tidak batal sedikitpun. Demikian pula kasus orang yang merasa ada yang menetes setelah buang air kecil, ketika hendak shalat. Untuk mengobati penyakit ini, dia yakini bahwa itu bukan air kencing, itu tidak najis, dan wudhu tidak batal. Sehingga dia bisa shalat dengan tenang. Kecuali jika yang terjadi betul-betul meyakinkan, seperti keluar bunyi kentut, atau keluar air kencing dst. 

3, Banyak berlindung dari godaan setan, Karena godaan ini bersumber dari setan, obat yang tidak kalah penting, banyak berlindung dari godaan setan. Dari sahabat Utsman bin Abul Ash, bahwa beliau mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengadukan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah menghalangi aku dengan shalatku (tidak bisa khusyu), dan bacaan shalatnya sampai keliru-keliru.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุฐูŽุงูƒูŽ ุดูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŒ ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ู ุฎูŽู†ู’ุฒูŽุจูŒุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุญู’ุณูŽุณู’ุชูŽู‡ู ููŽุชูŽุนูŽูˆูŽู‘ุฐู’ ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุงุชู’ููู„ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ูŠูŽุณูŽุงุฑููƒูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง

Itulah setan, namanya Khanzab. Jika engkau merasa sedang digoda setan maka mintalah perlilndungan kepada Allah darinya, dan meludahlah ke arah kiri 3 kali.” (HR. Muslim 2203). Utsman mengatakan, ‘Aku pun melakukan saran beliau dan Allah menghilangkan gangguan itu dariku.’

Salah satu diantara usaha melindungi diri dari setan adalah merutinkan dzikir pagi dan sore. Karena salah satu keutamaan merutinkan dzikir ini adalah perlindungan dari semua godaan setan.

Disamping semua usaha di atas, jangan lupa banyak berdoa kepada Allah, memohon dengan bahasa yang anda pahami, agar Allah membebaskan anda dari penyakit was was. 

Berdasarkan penjelasan diatas, maka jangan dianggap dan tinggalkan semua yang anda ragu2 dan ikuti hukum yang anda pasti saja

Demikian, semoga Allah berkernan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

'Wassalaamu 'alaikum wrwb.





-- Agung Cahyadi, MA