Ta'aruf

Lain-lain, 9 Juli 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum

Ustadz/ustadza saya mau bertanya perihal cerita ta'aruf saya... ustadz saat ini saya sdng menjalani proses ta'aruf lewat biro jodoh... 2 minggu setelah saya menitip CV saya diperkenalkan seorang laki2 kemudian mediator pun menukarkan CV kami... seketika itu saya menerima ta'aruf dia dan dia menerima ta'aruf dari saya... saat proses minggu dpn aku dipertemukan saya iseng mencari tau dirinya lewat akun sosmed miliknya tak lama saya memfollow IG nya dan dia akhirnya mengechat pribadi saya dan menanyakan apakah saya adalah wanita yg akan dita'arufinya, saya menjawab iya, tak lama kami mengobrol banyak dan dia akhirnya berkata:

"Mgkn baru sm pyn besok ini bertemu. Saya harap qt berteman dulu ya mbk.. 

jujur prinsip q, g pgn nyakitin prmpuan manapun. Berteman dulu, slg mengenal,, klo jodoh ya pasti bertemu, klo tdk ya,, mgkn bs mnmbah ukhuwah saudara sesama muslim".

Dari pertanyaan itu ustadz apakah sebenarnya dia menolak saya secara baik2 dari awal atau bagaimana ustadz...  saya bingung dengan jln fikirnya? Mohon bantuan menterjemahkan hatinya 

Terimakasih

Wassalamualaikum wr.wb

 



-- Lilis Setio Ningsih (Surabaya)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu

Taaruf adalah langkah pertama menuju pernikahan. Dengan adanya taaruf akan meminimalkan kendala pernikahan. Dengan taaruf yaitu saling mengenal satu dengan yang lainnya, akan membuat kedua belah pihak saling memahami,sehingga perbedaan tidak lagi menjadi bahan pertentangan,tapi merupakan sesuatu yang dimaklumi dan difahami,dengan demikian keutuhan tetap terjaga meskipun ada perbedaan-perbedaan,yang ada justru sikap saling mendukung terhadap kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Mengenal calon pasangan bisa lewat pihak ketiga, bertemu langsung, atau melihat secara sembunyi-sembunyi adalah perkara yang diperbolehkan, selama tujuan dan niatnya adalah untuk menikah. Tidak main-main apalagi mempermainkan.

Adapun perkataan calon Anda via chat : “jujur prinsip q, g pgn nyakitin prmpuan manapun. Berteman dulu, slg mengenal,, klo jodoh ya pasti bertemu, klo tdk ya,, mgkn bs mnmbah ukhuwah saudara sesama muslim”. Harus dipahami bahwa itu adalah prinsip dia yang tidak ingin menyakiti orang lain. Maka sebaiknya tidak perlu mendahulukan suudhon terlebih dahulu dan menduga-duga terhadap sesuatu yang belum terjadi.

Harus dimaklumi dan disadari bahwa komunikasi via chating itu terbatas dan bisa menimbulkan salah faham,berbeda dengan komunikasi tatap muka. Maka sebaiknya ikuti saja tahapannya,nanti akan jelas akhirnya. Semoga dia menjadi jodoh terbaik Anda. Wallhau alam bishowab (as)



-- Amin Syukroni, Lc