Menjual Obat Kuat

Lain-lain, 13 Juli 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum

Ustadz , paman saya seorang penjual obat kuat khusus untuk pasutri , sedangkan paman saya itu tidak tahu yang beli obat itu apakah di gunakan kepada isterinya atau untuk berbuat zina, dalam islam itu hukumnya bagaimana ?



-- Ramdhan (Bandung)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Jual beli adalah muamalah yang hukum asalnya adalah mubah atau boleh,selama tidak ada larangan yang melarang hal tersebut. Allah berfirman :
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا – النساء:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu ; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” [An-Nisaa : 29]

Adapun mengenai barang yang dijual belikan selama itu tidak termasuk yang terlarang maka hal itu diperbolehkan. Barang  yang dilarang untuk dijual belikan antara lain khamr (minuman keras),bangkai,babi,anjing,patung dll . selama barang yang dijual itu tidak mengandung yang diharamkan maka boleh diperjual belikan.

Namun ketika barang yang diperjual belikan itu bisa dipakai untuk kebaikan dan keburukan,maka hukumnya kembali kepada ketentuan umum,jika pada umumnya barang itu dipakai untuk kebaikan maka boleh diperjual belikan,seperti jual beli pisau,pisau pada umumnya untuk memotong sayur dan daging,bukan untuk membunuh orang. Ada kaidah usul fikih yang bisa dijadikan pijakan dalam hal ini :

 اَلْعَادَةُ مُحَكَّمَةٌ

artinya tradisi bisa menjadi hukum.

Demikian pula obat kuat,biasanya dipakai oleh pasutri maka diperbolehkan menjualnya. Adapun ada penyelengan untuk keburukan,maka kesalahan ditimpakan kepada yang menyelewengkannya.wallahu alambishowab (as)



-- Amin Syukroni, Lc