Status Pernikahan

Pernikahan & Keluarga, 17 Juli 2020

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum.... 

Sebelumnya saya akan memberitahu dulu bahwa saya seorang wanita tuna rungu, menikah dengan suami yang normal(tidak ada masalah pendengaran) dan karena kondisi saya yang disabilitas/tuna rungu, saya dan suami lebih sering komunikasi melalui media tulisan(whatsapp) sekalipun kami sedang berada di ruangan yang sama. 

Nah suatu waktu ketika kami berkonflik, suami bilang(melalui WA) "kita jalani hidup Masing-masing saja" Lain waktu, ketika kami kembali konflik, ketika saya sedang berada di rumah sakit menjagai kakak saya yang sakit, dia yg berada di lain kota bilang "kamu pulang sekarang atau kalau tidak, akan saya ceraikan" Dan saya tidak langsung pulang memenuhi permintaannya, yap pulang ke esokan harinya. Lain waktu lagi, dia bilang "sudah kamu pulang saja ke rumah keluargamu... "  Kemudian di lain waktu saat kami berkonflik dia minta alamat rumah keluarga saya katanya untuk mengirim surat cerai dan alasannya. Lalu puncaknya, dia mengirim pesan WA kepada kakak saya bahwa dia telah menceraikan saya. Pokoknya setiap berkonflik dengan saya dia selalu bilang yang intinya cerai

Dan terakhir,ketika kami  tidak tinggal serumah, dia bilang kepada saya melalui WA "silahkan kamu menjerit setinggi langit, kita sudah bercerai, tak ada gunanya kamu mengirim pesan.... ".

Nah.. Dari semua itu, apa secara hukum agama sudah jatuh talak? Karena kalau secara hukum negara jelas belum sah talak nya karena belum di ajukan ke pengadilan. 

Sekarang kami sudah 4 tahun pisah tempat tinggal dan tidak pernah bertemu,dan suami juga tidak memberi saya nafkah. Tapi suami tidak mau mendaftarkan perceraian kami, dan ngotot tidak merasa menceraikan saya. Padahal suatu waktu pas awal2 kami pisah ranjang, kami pernah bertemu wkt itu dia bilang secara lisan"saya mau mempertahankan RT kita, tapi kamu jangan merendahkan saya terus" Dan waktu itu saya balas"tidak, lebih baik kita bercerai saja seperti katamu, karena saya takut nggak bisa jadi sesuai harapanmu, takut tidak bisa tidak merendahkanmu" Ya karena saya merasa dia yang selama ini merendahkan saya dan melakukan kekerasan verbal. 

Atas jawabannya, saya ucapkan Terimakasih. 

 



-- Ema Rohimah (Bogor)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Talak atau Cerai, apabila dilihat dari aspek lafal yang dipakai ada dua macam :

a. Sharih atau jelas, seperti Cerai atau Talak, Apabila seorang suami mengatakan kepada istrinya : anda saya talak atau anda saya cerai, kita sudah cerai ya, maka secara otomatis dengan ucapan tersebut jatuh hukum talak

b. Kinayah atau sindiran, seperti : terserah kamu, kembali saja ke ortumu, kita pisah saja  atau yang sejenisnya dengan kalimat kalimat yang masih berpotensi banyak penafsiran. Dengan kaliamat yang demikian ini, apabila diucapkan oleh seorang suami kepada istrinya, maka jatuh dan tidaknya hukum cerai ditentukan oleh niat suami saat dia mengucapkannya

Dari penjelasan diatas dan dari apa yang telah anda ceritakan, maka berarti anda secara hukum agama in syaa Allah anda telah ditalak oleh suami anda, hanya belum bisa dipastikan talak yang keberapa?, karena yang sudah pasti adalah talak satu yaitu ketika suami anda mengatakan kepada anda kita sudah cerai, sementara yang lainnya suami senantiasa memakai lafal kinayah yang hukum jatuh dan tidaknya talak perlu konfirmasimkepada suami perihal iatnya saat ia mengucapkan kallimat2 kinayah tersebut.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk meberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 

 

 

 

 



-- Agung Cahyadi, MA