Konsultasi Rumah Tangga

Lain-lain, 21 Juli 2020

Pertanyaan:

Saya ingin berkonsultasi apa yg saya harus lakukan ketika istri berani memukul menampar meludahi dan melarang anak saya bertemu dengan ibu saya sendiri. Saya bertahan karena melihat anak tapi kini saya jadi trauma dan stres berat



-- Muhamad Rhamdan (Kabupaten Bandung)

Jawaban:

Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Seorang ibu tidak seharusnya bertindak kasar kepada anaknya sendiri yang ingin bertemu dengan neneknya. Kasih sayang lebih didahulukan daripada tindakan emosional. Mereka yang penyeyang akan disayang. Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ الْأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ أَبْصَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ الْحَسَنَ فَقَالَ إِنَّ لِي عَشْرَةً مِنْ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ وَاحِدًا مِنْهُمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُ مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

Dari Abu Hurairah Bahwa "Aqra' bin Habis pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mencium cucunya Hasan. Kata Aqra'; "Aku punya anak sepuluh orang. Namun tidak satupun di antara mereka yang pernah kucium." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang tidak penyayang, tidak akan disayangi." (HR . Muslim)

Salah satu ciri wanita pilihan untuk dijadikan istri adalah penyayang,maka setiap ibu mestinya menyayangi anak-anaknya. Rasulullah bersabda :

« تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ »
Nikahilah wanita yang penyayang yang subur punya banyak keturunan karena aku bangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat kelak.” (HR. Abu Daud  dan An Nasai )

Untuk mensikapi perilaku istri Anda ,ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Semoga perilakunya menjadi lebih baik dan keadaan keluarga Anda juga lebih baik setelah melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Cari sebab kemarahannya. Istri Anda marah dan melarang anak-anak bertemu dengan neneknya tentu ada sebab. Maka sebelum membuat keputusan terkai istri, carilah sebabnya, jika sebabnyaa sudah ditemukam, maka setengah dari masalah sudah bisa diselesaikan.
  2. Ajaklah bermusyarah dan berkomunikasi dalam menyelesaikan persolan keluarga. Komunikasi yang baik akan banyak menyelesaikan masalah, karena dari komunikasi dan dialog. masing-masing pihak akan saling mengerti persolan yang sedang dialami dan bagaimana menyelesaikannya. Bermusyarah dan berkomunikasi adalah syariat yang harus dijalankan. llah berfirman:

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ 

“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.”(QS.Asyura:8)

  1. Berikan nasehat. Nasehat adalah bentuk ketulusan dan perhatian kepada orang lain, semoga dengan nasehat yang baik dia akan menyadari akan kesalahnnya dan kemudian mau memperbaiki diri.

Jika segala usaha dan doa telah dilakukan ternyata tidak membuahkan hasil, maka pilihlah yang terbaik bagi Anda, anak dan keluarga, baik secara duniawi maupun ukhrawi. Jika yang terbaik adalah mempertahankan keluarga,maka pertahankanlah, tapi jika perpisahan merupakan solusi terbaik, maka berpisah bisa menjadi pilihan. Wallahu alam bishowab.(as)



-- Amin Syukroni, Lc