Suamiku Tidak Menginginkanku

Pernikahan & Keluarga, 28 Agustus 2020

Pertanyaan:

Apakah saya boleh mengajukan gugatan cerai pada suami yang tidak menginginkan saya sebagai istrinya. Kami sudah pisah ranjang sejak 3 bulan pernikahan, sekarang kami sudah 1 tahun menikah dan tetap seperti itu. Hidupnyapun masing2, dia tidak butuh saya untuk mengurus hidupnya, makanan yang saya masak tidak pernah dimakan, setiap saya di rumah dia pasti keluar, dan baru pulang saat tengah malam. Kalau berbicara selalu ketus. Berhubungan badanpun dia terlihat terpaksa. Setiap saya sakit dia tdk pernah peduli. Janji pra nikahpun tidak dia tepati. Tidak hanya pada saya, pada keluarga saya pun dia tidak peduli. Oleh krn itu saya jadi depresi dengan keadaan ini. 



-- Baiq Desy Ratnasari (Mataram)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah berlarut larut, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, tanyakan kepada suami perihak kekuranga dan kesalahan apa yang anda harus perbaiki sebagai seorang istri dan saya melihat sepertinya sangat  diperlukan hadirnya fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan sehingga bisa memberikan kepada suami nasehat dan penjelasan tentang tanggung suami dalam keluarga dan kalian juga yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Dan ada satu hal yang tidak boleh anda abaikan dalam rangka menghadirkan solusi dari problem yang sedang anda hadapi yaitu mendekatkan kepada Allah Dzat yang Maha Mampu untuk memberikan solusi apapun yang anda maui

Ketika upaya optimal sudah anda lakukan, tetapi suami masih dengan sikapnya, maka barangkali perceraian bisa menjadil solusi terakhir kali yang anda bisa tempuh.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrw



-- Agung Cahyadi, MA