Cara Bertaubat Dari Nifaq

Lain-lain, 3 September 2020

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum

Ustadz,Bagaimana cara taubat dari nifaq akbar?



-- Tri Asih (Surabaya)

Jawaban:

Wa alaikum sala warahmatullahi wabarakatuhu.

Nifaq dibagi menjadi dua ,yaitu nifaq akbar dan nifaq ashghar. Nifaq akbar adalah nifaq yang terkait dengan i’tiqad atau akidah,seperti menampakkan iman kepada Allah,malaikat,kitab-kitab,rasul,hari akhir dan qada dan qadar Allah,tetapi hatinya tidak mengimani itu semua.

Pelaku nifaq akbar akan mendapatkan siksa dari Allah swt jika dia tidak bertaubat. Allah berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An-Nisa’ : 145) .

Bertaubat dari segala dosa adalah wajib. Rasulullah saw sebagai pribadi yang terjaga dari kesalahan saja bertaubat dan beristighfar kepada Allah setiap hari,tentu kita sebagai manusia biasa  yang terjaga dari perbuatan dosa  lebih layak untuk bertaubat. Rasulullah bersabda:

عَنِ اْلأَغَرِّ بْنِ يَسَارٍ الْمُزَنِي قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَآايُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ فَإِنِّي أَتُوْبُ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ.

Dari Agharr bin Yasar Al Muzani, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,”Hai sekalian manusia! Taubatlah kalian kepada Allah dan mintalah ampun kepadaNya, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali”(HR. Muslim)

nifaq akbar adalah kemaksiatan yang terkait dengan hak Allah,maka syarat taubatnya ada tiga:

  1. Berhenti dan melepaskan diri dari kemaksiatan yang pernah dilakukannya ,seperti melepaskan pakaian dari badan.
  2. Menyesali perbuatan maksiat yang pernah dilakukannya.
  3. Bertekat untuk tidak mengulang kembali kemaksiatan yang pernah dilakukannya.

Disamping melakukan ketiga hal tersebut hendaknya dia melakukan kebaikan-kebaikan baru agar kebaikan itu menghapus kesalahan-kesalahan yang lama. Rasulullah bersabda:

“Bertakwalah di mana pun engkau berada, dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya ia akan menghapusnya, dan perbaikilah manusia dengan akhlak yang baik.“ (HR. Ahmad dan Tirmizi).

Wallahu alam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc