Ingn Damai Dalam Keluarga

Pernikahan & Keluarga, 5 September 2020

Pertanyaan:

Saya usia 48 cerai mati bawa 2 anak laki2  usia 6 dan 7.5 tahun. kemudian menikah dgn janda  anak 1 umur 28 ..anaknya laki2 umur 6 tahun...kami sering debat masalah anak ..dan yg paling sering sampai detik ini anak saya yg umur 6 tahun...sebaliknya saat ini baik sama anak saya yg besar.....perdebatan dipicu karna sifat anak saya yg suka bohong resek dll....saya sebagai bapak kandungnya memahami soal anak..saya menyarankan sebagai ortu dinasehati diarahkan yg baik..tapi saran saya diartikan pembelaan terhadap anak saya...sampai dia jengkel dan tidak punya rasa kasih sayang pada anak saya ..saat ini istri saya hamil 8 bulan ...saya berusaha menasehati spaya jd mama kandungnya anggap seperti anak sendiri dan tidak menjadikan musuh..dia mengakui dijadikan musuh..apa solusinya trims



-- Haris (Mojokerto)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah berlarut larut tidak ada ujungnya, apalagi anda adalah penanggungjawab dalam rumah tangga yang mestinya menjadi pemimpin yang baik bagi istri dan anak-anak anda, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan istri anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada istri dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirkan fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi, sekaligus memberikan nasihat kepada anda dan istri anda dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrw



-- Agung Cahyadi, MA