Istri Minta Cerai Karna Saya Selingkuh

Pernikahan & Keluarga, 7 September 2020

Pertanyaan:

Saya ingin bercerita tentang kisah rumah tangga saya,, saya menikah sudah 11 tahun, di tahun 2017 saya selingkuh karena saya merasa istri saya terlalu kasar dan saya terlalu di kekang dan sering marah marah di saat saya minta di layani, 

Dan di akhir 2017 saya ketahuan selingkuh dan di saat itu juga saya kehilangan pekerjaan saya, sejak saat itu pula istri minta cerai,  tapi saya tidak mau untuk cerai sampai detik ini, dan istri saya pindah ikut orang tuanya, saya udah berusaha untuk bisa bersatu kembali namun tetap tidak mau, dia selalu nuntut nafkah untuk hidup nya , tapi saya tidak kasih dengan alasan agar bisa bersatu kembali " saya akan kasih nafkah kalau hidup bareng lagi" ( mungkin cara saya salah), 

Yang ingin saya tanyakan, apakah pernikahan saya masih sah, sebab istri saya selalu bilang dia bukan istri saya lagi,  tapi saya belum pernah menjatuhkan talak,,bahkan sampai  saat ini dia masih sering minta antar jemput kerja kalau sedang tidak ada ongkos,, 



-- Peter (Bekasi)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah berlarut larut tidak ada ujungnya, apalagi anda adalah penanggungjawab dalam rumah tangga yang mestinya menjadi pemimpin yang baik bagi istri dan anak-anak anda, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan istri anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada istri dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirkan fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi, sekaligus memberikan nasihat kepada anda dan istri anda dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Adapun perihal talak itu adalah hak anda sebagai seorang suami dan hak pengadilan, yang karenanya selama anda belum menjatuhkan talak atau pengadilan tidak menjatuhkan talak, maka berarti anda dan istri masih berstatus sebagai suami istri yang sah dan pengakuhan istri anda bahwa dia bukan lagi sebagai istri anda tidak menimbulkan hukum apa apa.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrw



-- Agung Cahyadi, MA