Pernikahan

Lain-lain, 7 September 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustad,sudah 2 bulan istri diamkan sy karena kecewa dgn sy.dia mau minta cerai sy TDK mau,sy penuhi nafkahnya tp dia ngk mau sy sentuh dan TDK mau tidur SM sy.bagaimana solusi nya tad biar kami damai



-- Iwan (Medan)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Semua pasangan mengharapkan hidup rukun dan damai. Maka segala hal yang akan merusak kedamaian keluarga, Islam memberi solusinya. Termasuk ketika mengahadapi istri yang durhaka kepada suaminya dengan tidak melakukan kewajibannya, bahkan meminta cerai. Seorang istri yang berlaku durhaka kepada suami disebut nusyuz. Apa langkah untuk menghadapi istri yang sedang nusyuz?

 Dalam masalah nusyuz Allah berfirman :

وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (QS. An Nisa’: 34).

Berikut beberapa langkah dan tahapan yang diharus dilakukan sebelum memutuskan mengambil jalan terakhir yaitu bercerai:

  1. Memberi nasehat.

Seorang suami bisa memberikan nasehat kepada istrinya langsung atau bisa meminta tolong kepada orang lain untuk menasehatinya. Pilih orang yang tepat agar nasehatnya bisa diterima. Dengan nasehat akan terungkap apa yang menjadi kekecewaannya. Dengan nasehat bisa diarahkan untuk menerima Anda dengan sepenuh hati. Menerima kelebihan dan kekurangan Anda,karena memang tidak ada orang yang sempurna. Jika dia mencari kesempurnaan maka dia tidak akan pernah menemukannya.

Berikan nasehat bahwa mentaati dan melayani suami adalah wajib,dan Allah murka kepada istri yang tidak mau menerima ajakan suaminya.

  1. Melakukan Hijr.

Yang dimaksud dengan hijr disini adalah meninggalkan istri dari tempat tidurnya. Dibiarkan tidur sendirian. Pisah ranjang. Tidak diajak bicara dan diabaikan. Jika berbicara dengannya ketus atau keras. Dan mereka berdua masih tetap satu rumah. Berapa lama diperlakukan seperti itu ? tidak lebih dari tiga hari.

Ketika nasehat dan hijr tidak tidak mengubah sikap istri maka tahapan selanjutnya adalah memukulnya dengan pukulan yang tidak menyakiti dan meninggalkan bekas. Karena yang diinginkan dari pemukulan itu bukan pada rasa sakitnya tapi untuk menghadirkan kesadaran akan kesalahannya. Pukulan  tidak boleh diarea wajah dan juga tidak boleh berkali-kali,maksimal sepuluh kali.

Jika tiga tahapan diatas sudah dilakukan semua,dan tidak menghasilkan perubahan,maka berpisah atau bercerai adalah lebih baik. Wallahu alam bishowab (as)



-- Amin Syukroni, Lc