Keluar Yang Rukun

Lain-lain, 8 September 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wb

Nama saya memiliki suatu masalah pada kondisi mengendalikan diri sendiri. Saya selalu merasa bahwa diri saya adalah orang yang sangat egois.

Suatu hari teman saya memamerkan handphone baru pada kami saya sedikit iri saya ingin memilikinya juga lalu saya mencoba untuk istighfar dan selalu mengingat bahwa salnya Allah SWT maha mulia dan pemurah lagi maha penyayang dan saya mencoba mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. tetapi sifat itu tidak mau hilang dan saya pun tidak bisa menghilangkannya .

Pak ustadz apa yang harus saya lakukan



-- Siti Ara (Banda Aceh)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sifat ingin memiliki sesuatu adalah hiasan setiap manusia. Keinginan memiliki harta berlimpah dan beragam,keinginan untuk memiliki anak, keinginan memiliki pasangan yang menawan dan lain-lain sebagainya adalah sesuatu yang wajar. Semua orang juga begitu. Menjadi tidak wajar jika cara memilikinya dengan melanggar peraturan seperti  dengan cara mencuri,merampas atau cara tak terpuji lainnya. Allah berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآب

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Ali imran:14)

Agar supaya kita tidak iri dan berlebihan dalam menginginkan sesuatu,ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

Diantara hal yang bisa menghilangkan rasa iri dan sifat egois adalah rasa syukur. Dalam rasa syukur terdapat pengakuan terhadap nikmat yang diterimanya dari Allah swt, bahagia menerima pembagian nikmat dariNya, ketika orang mengingat nikmat yang Allah berikan kepadanya, nikmat itu terasa besar dan berharga. Tapi ketika dia melupakan nikmat itu, maka dia tidak merasakan adanya nikmat pada dirinya, nikmat nampak adanya pada diri orang lain, sehingga dia lebih suka memperhatikan milik orang lain dan berusaha milikinya, maka timbullah sifat tamak. Rasa syukur akan menambah nikmat. Allah berfirman:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Qs. Ibrahim: 7)

  1. Melihat orang yang dibawahnya dalam harta.

Meredam iri dan keinginan memiliki hak orang lain juga bisa dengan melihat orang yang berada dibawahnya dalam soal harta, tidak selalu melihat orang yang lebih atas darinya. Rasulullah bersabda:

انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم ، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم

Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Anda tidak perlu risau karena memiliki keinginan untuk memiliki barang yang menarik. Hal itu wajar saja,rasa itu tidak akan pernah hilang. Hanya Anda perlu mengelola keinginan itu menjadi motivasi yang positif, membuat Anda bekerja lebih giat dan lebih baik. Wallahu alam bishowab (as)



-- Amin Syukroni, Lc