Nazar

Fiqih Muamalah, 1 Oktober 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum ,

Saya mau bertanya pak , saya pernah mengatakan bahwa saya bernazar setelah menikah saya berhenti merokok , tetapi saya mengucapkannya tidak secara langsung (dalam hati) , apakah saya wajib melakukan nazar tersebut 



-- Muchlis (Malang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Nazar tidak sah, dalam arti belum dianggap sebagai nazar jika hanya sebatas niat dan belum diucapkan dengan lisan. .

Fairuz Abadzi mengatakan dalam Al Muhadzab :

ولا يصح النذر إلا بالقول

“Nazar tidak sah, kecuali diucapkan.” (Al-Muhadzab, 1/440) .

Imam An-Nawawi dalam syarah Muhadzab menjelaskan :

وهل يصح بالنية من غير قول … (الصحيح) باتفاق الأصحاب أنه لا يصح إلا بالقول ولا تنفع النية وحدها

Apakah nazar sah dengan niat, tanpa diucapkan…(yang benar) berdasarkan sepakat ulama madzhab Syafii, bahwa tidak sah nazar kecuali diucapkan. Niat semata, tidak bermanfaat (tidak dianggap). (Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 8/451)

Hal yang sama juga dinyatakan Al-Mardawi – ulama hambali – dalam Al-Inshaf:

ولا يصح (النذر) إلا بالقول ، فإن نواه من غير قول : لم يصح بلا نزاع

Nazar tidak sah kecuali dengan diucapkan. Jika dia hanya berniat, namun tidak dia ucapkan, tidak sah nazarnya, tanpa ada perbedaan pendapat. (Al-Inshaf, 11/118)

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka apa yang anda niatkan dalam hati sebelum anda menikah tersebutn tidak termasuk nazar

Tetapi karena merokok itu adalah perbuatan yang tidak baik menurut kesepakan Ulama dilihat dari aspek apa saja (ekonomi, lingkungan kesehatan dll), maka seyogyanya apa yang anda niatkan (dengan meninggalkan merokok) itu akan lebih baik bila tetap anda laksanakan dan in syaa Allah akan berpahala besar

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA