Suami Lebih Mengutamakan Ayahnya

Pernikahan & Keluarga, 13 Oktober 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum WB

Saya sudah berumahtangga hampir 12 tahun, sudah dikaruniai 3 org anak dan selama ini hidup kami memang beda tempat tinggal, saya di bekasi bersama anak ke 2 & 3, sedangkan suami tinggal di jateng bersama ayahnya dan anak kami yg pertama (ibu Mertua sdh meninggal), selama ini saya sudah bersabar dgn menjalani hidup sperti ini, tapi sepertinya suami tidak berniat kumpul dengan anak istrinya dgn alasan jagain ayahnya

Saya di sini bekerja & tidak pernah menuntut nafkah lahir dari suami, jd malahan menjadikan suami santai karena istrinya tdk menuntut

Apakah kewajiban menjaga orang tua (ayah) lebih utama dibanding kewajiban menjaga anak istri? apa yang sebaiknya saya lakukan?

Terima kasih atas jawabannya

Wassalamualaikum wb.

 



-- Andin (Bekasi)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirkan fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi, sekaligus memberikan nasihat kepada kalian berdua secara khusus dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA