Hukum Membayar Bunga Atas Pinjaman

Fiqih Muamalah, 26 Oktober 2020

Pertanyaan:

Assalaamualaikum wr.wb

-sejauh yang saya ketahui , bunga pinjaman riba dan menerima bunga pinjaman sama dengan menerima harta riba, bagaimana jika saya diposisi yang membayar bunga pinjaman dan bukan penerima bunga pinjaman.

-Jika saya di posisi membayar bunga pinjaman dan tetap dianggap menerima/mendapat harta riba, bagaimana cara menghitungnya untuk mensucikan harta tersebut.

Demikian disampaiakan terima kasih.

Wassalaamualaikum. wr. wb



-- Imam Mustofa (Depok)

Jawaban:

 Wa'alaikumussalaam wrwb,

Riba adalah dosa yang Rasulullah sebutkan sebagai dosa besar yang pelakunya akan diperangi Allah. Dan yang terkena dosa riba itu bukan hanya pemakan ribanya saja atau rentenirnya atau pemilik modalnya, tetapi jua yang memberi makan riba atau nasabahnya, perhatikan hadits berikut :

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

Dari Jabir Radhiyallahu anhu, dia berkata : “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, penulisnya dan dua saksinya”, dan Beliau n bersabda, “Mereka itu sama.” (HR. Muslim)

Dan agar dosa riba itu diampuni, maka harus segera bertaubat kepada Allah, dengan segera melunasi hutang, menyesali telah melakukannya, berjanji untuk tidak akan mengulang kembali dan banyak ber-istighfar kepada Allah.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemjudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb,



-- Agung Cahyadi, MA