Doa Orang Zalim

Dzikir & Doa, 1 November 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz, Saya pernah mendengar bahwa malaikat selalu mengaminkan doa yang diucapkan manusia, termasuk jika doa jelek yang diucapkan, doa jelek tersebut juga berbalik pada yg berdoa. Yang ingin saya tanyakan: 1. jika orang terzolimi berdoa jelek untuk orang yang menzoliminya, apakah doa jelek tersebut juga akan berbalik kpd orang yg terzolimi itu? 2. Apakah doa orang yg terzolimi langsung dikabulkan Allah saat itu juga di dunia, ataukah bisa juga ditahan akan dikabulkan di akherat? Bukankn tidak ada hijab antara orang terzolimi dengan Allah? Terima kasih. Wassalamualaikum



-- Vian (Depok)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarkatuhu.

Akan kami jawab dengan poin berikut:

  1. Doa untuk orang lain.

Barangkalai hadits yang Anda maksudkan itu adalah hadits berikut:

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim).

Dalam hadits tersebut ada penjelasan bahwa doa yang diaminkan malaikat dan doa itu kembali kepada yang berdoa adalah doa yang baik, bukan doa yang buruk yang dipanjatkan oleh seseorang kepada orang lain tanpa sepengetahuannya. Jadi doa jelek yang dipanjatkan orang yang  terdholimi tidak kembali kepada dirinya.

  1. Pengabulan doa.

Kemudian doa semua orang akan dikabulkan oleh Allah swt selama tidak ada penghalang yang menghalanginya seperti memakan dan meminum barang haram dan berpakaian haram. Allah berfirman :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِين

Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina“. (QS. Ghafir: 60)

Termasuk doa orang yang terdholimi juga diakbulkan oleh Allah, karena tidak ada hijab antara dirinya dengan Allah swt. Rasulullah saw bersabda:

“Takutlah kepada doa kaum yang teraniaya, lantaran tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”. (HR Bukhari)

Akan tetapi bentuk pengabulan dari doa itu merupakan hak penuh Allah swt. kita tidak bisa mendikte Allah untuk memenuhi bentuk doa yang kita inginkan. Rasulullah saw bersabda:

ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا. قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ :اللَّهُ أَكْثَرُ

Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad )

Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc