Ingin Berpisah

Pernikahan & Keluarga, 7 November 2020

Pertanyaan:

Saya menikah selama 20 th. Selama itu pernikahan kami diwarnai dengan orang ketiga. Dari mulai perselingkuhan sampai berujung pernikahan siri suami dengan orang yang sama.  Selama ini saya bertahan karena setiap diajak komunikasi, suami berujung marah, membanting benda yang membuat anak2 saya takut. Saat saya bilang akan menggugat cerai, suami bilang akan pergi jauh dan tidak akan datang ke pengadilan agama.  Seandainya saya tetap melanjutkan gugatan cerai saya, apa yang harus saya persiapkan dan lakukan ?  Kalo saya tetap bertahan dengan kondisi, saya merasa tersakiti, saya stress dan akan berakibat buruk untuk anak2 dan saya....sementara suami justru menikmati situasi ini.  Mohon solusi  

 



-- EH (Semarang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi, sekaligus memberikan nasihat kepada suami anda secara khusus dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Ketika upaya optimal sudah anda lakukan, tetapi suami tetap saja dengan sikapnya, maka cerai barangkali bisa menjadi solusi terakhir, dengan menggugat ke Pengadilan Agama meskipun suami tidak mau datang.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA