Utang Piutang

Fiqih Muamalah, 10 November 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustad,

Saya mau tanya tentang utang piutang:

1. bagaimana jika orang yang mempunya utang, tapi sampai dia meninggal, utangnya belum terbayar? bagaimana jika ahli warisnya tidak mengetahui jika ternyata yang meninggal mempunyai utang, dan yang memberikan utang tidak mengetahui jika yang diberikan utang sudah meninggal?

2. bagaimana cara membayarkan utang pada orang yang sudah meninggal?

3. jika yang memberikan uutang mengikhlaskannya, apakah nanti yang diberi uutang tetap akan ditagih di akhirat?

 

Mohon bantuan jawabannya, ustad.

Terima kasih.

Wassalamualaikum



-- Ida (Surabaya)

Jawaban:

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

Dalam Islam ada perintah kepada mereka yang akan melakukan utang piutang untuk mencatat dan menhadirkan dua orang saksi laki laki atau satu laki laki dan dua perempuan (QS. 2:282)

Berdasarkan hal tersebut, maka seorang muslim yang mempunyai hutang dan tidak tercatat, sehingga ketika meninggal hiutangnya berlum terbayar, sementara ahli warisnya tidak mengetahuinya, maka hutangnya tersebut masih akan diperhitungkan di hari akhir nanti 

Tetapi kalau hutangnya diketahui oleh ahli warisnya, maka hutang tersebut harus dibayarkan dari harta warisnya sebelum dibagi kepada ahli warisnya

Namun ketika yang mempunyai piutang meng-ikhlaskannya, maka itu akan menjadi sedekah baginya, dan yang berhutang dianggap telah terbebas dari hutangnya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudfahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA