Mengucap Kata Talak Karna Meniru Dialog Sinetron

Lain-lain, 16 November 2020

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum

Pada saat itu saya dan suami sedang menonton sinetron di TV. Tiba-tiba suami secara refleks menirukan dialog "Saya talak kamu" di sinetron tersebut, pada saat mengucap kata tersebut suami tidak memandang saya dan tidak bermaksud mengatakannya pada saya.

Apakah ucapan suami yang secara refleks menirukan dialog sinetron tersebut dalam kondisi tidak tau konsekuensinya dan tidak ada niatan sama sekali untuk berpisah termasuk sah talak bagi saya? 

Bagaimana solusinya untuk kami yang sebenarnya suami tidak bermaksud sama sekali untuk menolak saya? 

Terimakasih

Wassalamu'alaikum



-- Fadilah (Makassar)

Jawaban:

wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Amal atau perbuatan manusia dinilai oleh Allah baik atau buruk, benar atau salah, berpahala atau berdosa, sah atau batal ditentukan -salah satunya – oleh niatnya. Apabila pelaku berniat melakukan sesuatu, menyertakan maksud dan tujuan dibalik apa yang dilakukannya, ada unsur kesengajaan melakukannya atau ada dorongan dalam melakukannya. Maka amalan itu dinilai oleh Allah sebagai amalan yang membawa konsekuensi atau akibat, jika pelaku melakukan sesuatu tidak sengaja dan tidak ada niat melakukannya maka tidak ada hukumnya dihadapan Allah swt. Amalan manusia tergantung pada niatnya. Rasulullah saw bersabda:

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu perkataan talak suami Anda dengan  menirukan dialog yang ada di senetron tidak dianggap sebagi talak, karena dilakukan tanpa diniatkan untuk menceraikan anda,kalimat talak itu keluar reflek tanpa disengaja.

Kata-kata yang keluar secara reflek tidak dianggap oleh Allah. Hal itu seperti kata-kata sumpah “ wallahi...demi Allah..” merupakan  kalimat yang sering diucapkan dalam dialog sehari-hari orang arab pada masa rasulullah saw dan merupakan kebiaasaan mereka,tapi kalimat sumpah itu  tidak dimaksudkan untuk bersumpah. Kata “wallahi ..” itu keluar begitu saja secara reflek. Maka yang sedemikian itu tidak masuk kategori sumpah. Allah berfirman:

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. ..” (QS. Al-Baqarah : 225)

Demikian juga kata talak yang keluar secara reflek tidak masuk talak. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc