Tiba2 Prasaan Saya Hilang

Lain-lain, 16 November 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum Saya seorang perempuan Suatu saat saya selalu kepikiran seorang cowo yang sekarang menjadi calon saya Sebelumnya saya selalu menolak ajakan pertemuan dy Smpai suatu saat dy sering melihat sy dgn laki2 lain sminggu kmudian sy sllu memikirkan dy yg skrang mnjadi calon sya smpai pusing memikirkan y trus v yg aneh y hati kecil sya menolak Lama2 hati sya jdi menerima dya v di saat qta dh mnentukan bulan unk nikah malah ga tau knpa malah prasaan sya hilang unk dy

Dh ga kpikiran malah ingin menjauh

Tolong di jwb ada apa dgn sya



-- Hatifatul Fauziah (Bogor)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahamtullahi wabarakatuhu.

Pernikahan adalah ibadah yang sangat mulia,karena kemuliaannya Allah berikan pahala yang besar berupa setengah kesempurnaan agama telah dicapai dengan menikah. Menikah sama dengan setengah agama. Rasulullah bersabda:

من رزقه الله امرأة صالحة فقد أعانه على شطر دينه فليتق الله في الشطر الباقي

Siapa yang diberi karnia oleh Allah seorang istri yang solihah, berarti Allah telah menolongnya untuk menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu, bertaqwalah kepada Allah setengah sisanya. (HR. Baihaqi 1916).

Menikah adalah sunnah nabi Muhammad saw,mereka yang benci pernikahan maka mereka bukan ummat muhammad saw. Rasulullah saw bersabda:

النِّكَاحُ من سُنَّتِي فمَنْ لمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَليسَ مِنِّي ، و تَزَوَّجُوا ؛ فإني مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ

Menikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat) (HR. Ibnu Majah ).

Karena itu orang yang mau menikah selalu digoda dengan keragu-raguan terhadap keputusan yang telah diambilnya, ragu-ragu dengan calon yang telah dipilihnya. Dan semakin dekat dengan waktu pernikahan, godaan itu semakin besar dan dorongan untuk membatalkan semakin kuat.

Untuk mensikapi kondisi seperti itu ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  1. Yakinlah bahwa menikah itu baik, maka jangan menunda melakukan kebaikan. Kita tidak pernah tahu, apakah setelah ada kesempatan baik ini akan ada kesempatan lagi dimasa yang akan datang. Kita diingatkan rasulullah agar menjaga lima kesempatan baik sebelum kesempatan itu hilang berganti dengan yang sebaliknya.

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara

(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,

(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,

(3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,

(4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,

(5) Hidupmu sebelum datang matimu.

(HR. Al Hakim)

  1. Bukan hanya Anda saja yang pernah mengalami konsdisi seperti itu, banyak calon pengantin yang mengalaminya,bahkan ada yang lebih dari sekedar keraguan, berupa pinangan dari orang lain yang dipandang lebih daripada calon suami yang telah menjalani proses menuju pelaminan. Tapi ketika perasaan itu diabaikan dan fokus kepada proses persiapan untuk menikah, segalanya akan baik-baik saja dan perasaan itu hilang dengan sendirinya setelah pernikahan terlaksana.
  2. Keraguan itu bisa jadi merupakan bentuk gangguan setan, Anda layak untuk diganngu karena Anda akan melakukan kebaikan. Setan berharap setiap calon pengantin gagal melanjutkan proses pernikahan. Pencapaian tertinggi setan dalam menggoda manusia adalah apabila dia berhasil memisahkan suami istri, termasuk mereka yang mau menikah. Rasulullah bersabda:


إِنَّ إِبْلِيْسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيْهِ مِنْهُ وَيَقُوْلُ نِعْمَ أَنْتَ
“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau”
 (HR Muslim )

  1. Berdoalah kepada Allah agar Dia membantu Anda mendapatkan kemantapan hati dan menjauhkan dari keraguan, dan selalu membimbing dalam kebaikan. Allahkah pemilik hati, Dialah yang bisa membolak-balikkan hati dan meneguhkannya. Mintalah keteguhan hati untuk melangah mudah dan berkah menuju pernikahan yang penuh berkah. Wallahu a’lam bishowab (as)


-- Amin Syukroni, Lc