Hadits Tentang Iblis

Hadits, 21 November 2020

Pertanyaan:

Bismillah, ustadz saya membaca hadits tentang percakapan nabi shalallahu alaihi wassalam dengan iblis ,  yang narasinya kurang lebih bahwa iblis pernah di perintahkan oleh Allah untuk menemui nabi shalallahu alaihi wasallam dan menjawab semua pertanyaan yang di sampaikan nabi.  Dan iblis pun menjawab semua pertanyaan nabi dengan jujur karena tak berani berbohong. 

Salah satu pertanyaan tersebut tentang iblis yang juga memasuki rumah seorang muslim jika orang tersebut tidak menbaca asma Allah,  dan jika seorang muslim mendatangi isteri nya tidak membaca doa atau asma Allah maka iblis pun akan ( maaf) menyetubuhi isterinya, 

Apakah hadits ini shahi dan bagaimana  hadits ini lengkap nya, 

Jazaakallahu khoir



-- Abu Umar (Bengkulu)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Hadits yang terkait iblis dan setan memasuki rumah orang yang ketika memasuki rumahnya tidak menyebut nama Allah maka setan bisa masuk dan bisa menginap di rumah tersebut adalah:

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

Jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.” Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.” Ketika ia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.” (HR. Muslim no. 2018).

Hadits diatas adalah hadits yang shahih diriwayatkan oleh imam Buhkari.

Adapun hadits yang terkait dengan pengaruh setan pada orang orang yang tidak menyebut nama Allah ketika jima’ adalah:


 لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ فَقَالَ بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا . فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

Jika salah seorang dari kalian (yaitu suami) ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca do’a: [Bismillah Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa], “Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami”, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya” (HR. Bukhari no. 6388 dan Muslim no. 1434).

Hadits tersebut juga shahih.

Hadits diatas menerangkan bahwa jika orang berdoa dengan doa diatas sebelum berhubungan, maka setan akan dijauhkan dari dia yang  sedang jima’ dan jika dari hasil hubungan tersebut Allah anugerahkan keturununan maka Allah akan menjaga bayi yang akan lahir nanti. Dan dapat dipahami dengan hadits diatas hal yang sebaliknya, yaitu jika seseorang sebelum berhubungan tidak membaca doa diatas maka setan tidak akan jauh dari orang yang sedang berjima dan jika dari jima’ itu Allah anugerahkan keterununan, maka keturunan itu berpotensi diganggu setan. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc