Najis

Fiqih Muamalah, 27 Desember 2020

Pertanyaan:

Asaalamualaikum,

Saya ingin bertanya apakah najis.

1.apakah najis kotoran cicak yang kering?

2.apakah najis bila ada air kencing yang sudah kering bila dipegang?

3.apakah najis hewan (siraru kalau bahasa sunda,saya tidak tau bahasa indonesianya).pokonya hewan yang suka cahaya,sayapnya coklat.Apakah najis sayapnya ustadz bila sudah jatuh?

 

 

 

 

 

 

 



-- Angga (Tasikmalaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

1). Para Ulama menegaskan bahwa binatang yang tidak memiliki darah mengalir, seperti serangga, dan sejenisnya, bangkai dan kotoronnya tidak najis. 

Ar-Ramli –ulama Madzhab Syafii– dalam an-Nihayah:

ويستثنى من النجس ميته لا دم لها سائل عن موضع جرحها، إما بأن لا يكون لها دم أصلاً، أو لها دم لا يجري

darah yang mengalir ketika dilukai, baik karena tidak memiliki darah sama sekali atau memliki darah, namun tidak mengalir.” (Nihayah al-Muhtaj, 1:237)

Dan mayoritas ulama mengatakan, cicak termasuk binatang yang tidak memiliki darah mengalir. An-Nawawi mengatakan:

وأما الوزغ فقطع الجمهور بأنه لا نفس له سائلة

“Untuk cicak, mayoritas ulama menegaskan, dia termasuk binatang yang tidak memiliki darah merah yang mengalir.” (al-Majmu’, 1:129)

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka kesimpulannya bahwa kotoran cicak itu tidak najis.

2) Apabila air kencing tersebut kering, dan tangan yang memegang juga kering maka itu tidak membuatnya jadi najis.

Imam As Suyuthi Rahimahullah berkata:

قال القمولي في الجواهر: النجس إذا لاقي شيئاً طاهراً وهما جافان لا ينجسه

Berkata Al Qamuliy dalam Al Jawahir: “Najis jika bertemu sesuatu yang suci dan keduanya kering maka tidak menajiskannya.” (Al Asybah wan Nazhaair, 1/432)

3). Kalau hewan yang anda maksud tersebut sama dengan cicak yang darahnya tidak mengalir, maka bangkainyapun tidak najis. Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 

 

 



-- Agung Cahyadi, MA