Pernikahan

Pernikahan & Keluarga, 3 Januari 2021

Pertanyaan:

Assalaamu'alaikum...maaf sya ingin mnaykan tntg pernikahan kakak laki" saya. beliau ini menikah dengan seorang janda beranak 2..dengan status awal istri yg tdk jelas.istrinya dlu menikah siri dan menjadi janda. namun tdk ada kejelasan istrinya ini memang sdh janda atau bagamna.karena setau mas saya mantan suami istrinya ini masih ada, bahkan mas sya mengajak utk bertemu dg mantan suami istrinya.namun istri ini menolak. dan saat pernikahn yg semua klengkapan administrasi di urus sama istrinya. disitu ada hal /status yg tdk benar. dr keterangan surat nikah bahwa istri ini statusnya cerai mati. padahal sdh jelas mantan suaminya ini masih hidup. bagaimana hukum pernikahannya apakah ini sah?

 



-- Effi (Malang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Ketika seorang laki-laki mau menikahi seorang wanita, maka harus ada kepastian dan kejelasan bahwa calon istrinya tersebut adalah seorang wanita yang memang halal untuk dinikahi dan tidak ada penghalangnya, ia bukan mahromnya dan tidak berstatus sebagai istri orang lain

Dan ketika kondisi calon istri masih syubhat, diragukan apakah seorang janda atau masih berstatus sebagai seorang istri, maka haram untuk menikahi wanita tersebut

Rasulullah bersabda :

إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِى الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِى الْحَرَامِ كَالرَّاعِى يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ

Sesungguhnya yang halal itu jelas, sebagaimana yang haram pun jelas. Di antara keduanya terdapat perkara syubhat -yang masih samar- yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia bisa terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada pengembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari)

Oleh karenanya, mestinya ada yang menyampaikan kepada kakak anda perihal tersebut, sehingga ada kepastian perihal status wanita yang dinikahinya tersebut

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya 

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA