Talaq

Lain-lain, 6 Januari 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz...

Sebelumnya saya sudah pernah bertanya hal rumah tangga saya disini.

tentang saya yg sudah di cerai 4kali tanpa saksi dan 2 kali ada saksi.

ustadz pun sudah memberikan jawaban nya,

Bahwa kami tidak dapat bersama lagi...

Akan tetapi suami saya masih ingin terus menjalankan kan rumah tangga ini dengan alasan beliau mengucapkan cerai yg ada saksi hanya 2kali

Dan yg tidak ada saksi beliau mengaku mengucapkan nya dengan tidak ada niat untuk menceraikan.

Dalam pengakuan beliau baru2 ini,beliau berkata bahwa ucapan cerai yg selalu di ucapkan tanpa ada saksi itu di sebab tertekan dengan keadaan saya yg selalu membanting2 barang dan membuat keributan setiap trjadi pertengkaran.

Jadi niat dari ucapan cerai tersebut adalah untuk menangkan atau membuat saya berhenti mengamuk dan membuat keributan.

Bagaimana menurut pandangan ustadz?

Apakah boleh saya melanjutkan pernikahan ini lagi???

Karena saya takut apabila di lanjutkan akan menjadi musibah bagi rumah tangga kami sebab kami sudah tidak boleh disatukan lagi di karenakan ucapan cerai yg sudah berkali2 baik ad saksi atau pun tidak...

Mohon jawaban nya ustadz

Wasalam

Terimakasih



-- Afifah (Jakarta)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Talak tidak bisa dibuat mainan atau dibuat untuk ancaman dan dibuat untuk menghentikan amarah, karena ucapan talak seperti itu tetap sah. Berbeda dampak hukumnya dengan kalimat lain. Rasulullah bersabda:

ثَلاَثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلاَقُ وَالرَّجْعَةُ

Tiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius: (1) nikah, (2) talak, dan (3) rujuk”. (HRTirmidzi,abu Dawud dan ibnu Majah)

Maka kalimat talak yang dikatakan suami Anda dengan niat untuk menghentikan amarah tetap sah. Dan untuk sahnya talak itu tidak memerlukan saksi.

Karena Anda sudah ditalak lebih dari dua kali maka suami Anda tidak bisa merujuk Anda kembali kecuali Anda telah menikah dengan lelaki lain. Kemudian jika Anda bercerai dengan lelaki yang menikahi Anda itu,barulah suami Anda yang pertama bisa menikahi Anda lagi. Allah berfirman:

الطَّلاقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ وَلا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَأْخُذُوا مِمَّا آتَيْتُمُوهُنَّ شَيْئًا إِلا أَنْ يَخَافَا أَلا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا افْتَدَتْ بِهِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلا تَعْتَدُوهَا وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (229) فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يَتَرَاجَعَا إِنْ ظَنَّا أَنْ يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ (230) }

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kalian mengambil kembali sesuatu dari yang telah kalian berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kalian khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kalian melanggarnya. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim. Kemudian jika si suami menalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui (QS. Al baqarah:229-230)

Wallahu a’lam bishowab.(as)



-- Amin Syukroni, Lc