Bagaimana Cara Menyikapi Suami Yang Tidak Bekerja Tetapi Bersifat Seenaknya

Pernikahan & Keluarga, 7 Januari 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz , saya perempuan baru menikah kurang lebih 1 thn, selama saya menikh suami saya tidak pernah bekerja, setiap saya suruh bekerja dy bilang dy maunya usaha, dan dy tidak mau bekerja di orang. Selama ini saya yg bekerja menghidupinya , ketika dy usaha dy masih di support oleh org tuanya, tetapi ternyata jalannya dy bangkrut, dan tetapi dy skrg masih mau lanjut usaha dengan di bantu uang saya. Tetapi ustad suami saya yg tak berpenghasilan ini suka berlaku se enaknya utk membeli barang2 keinginannya , jika tidak dituruti maka dy akan marah dengan saya, jika kemauan dy ga saya turuti maka dy akan marah dengan saya bahkan mencaci saya . Dan dy pun dengan mudahnya trkadang berani menalak saya. Dan saya sebagai istri harus gmn ustad dengan suami saya yg tidak bisa mengerti keadaan yg dmn saya yg sudah menanggung beban rmh tangga di tambah dy yg tidak mau mengerti itu. Terimakasih 



-- Hamba Allah (Jakut)

Jawaban:

 

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami anda, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya fihak ketiga yang anda yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan anda yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi, sekaligus memberikan nasihat kepada suami anda secara khusus dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan membuka hati suami dan memberikan solusi terbaik

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA