Hijrah

Lain-lain, 7 Januari 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustad, afwan izin bertanya.

Ketika saya berhijrah, kemudian sy merasa musibah datang bertubi2 dan rasanya sangat berat.

Apakah pertanyaan ana spt ini juga termasuk tdk yakin kpd Allah ustad? Mohon pencerahannya.

Jazakallahu khair wa barakallahu fii

Wassalamualaikum wr.wb



-- Iyank (Jakarta)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabaratuhu.

Pertama yang harus kita  yakini adalah bahwa setiap kejadian yang menimpah kita adalah atas kehendak Allah swt. Dan setiap kejadian yang ditimpakan kepada kita, dibalik kejadian itu ada kebaikan yang akan kita terima dan kita rasakan di masa sekarang atau dimasa mendatang.

Kejadian yang minimpa seseorang itu ada tiga jenis: ujian, musibah dan adzab.

Berikut perbedaan tiga istilah itu:

  1. Ujian atau bala’ adalah kenikmatan atau kesusahan yang Allah berikan kepada hambaNya untuk mengujinya apakah dia bersyukur atas ujian nikmat yang diberikan atau dia bersabar atas kesusahan yang menimpanya dan dengan itu Allah akan angkat derajatnya. Ujian atau bala’ berat dan ringannya tergantung kwalitas pribadinya. Karena itu ujian yang paling berat diberikan kepada para nabi. Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi)

  1. Musibah adalah sesuatu yang tidak menyenangkan yang Allah berikan sebagai teguran agar kembali kepada jalan yang benar. Jika ridha Allah akan berikan kepada kebaikan berupa terangkatnya derajat, dan musibah itu terjadi akibat perbuatan pelakunya, Allah berfirman :

    مَاۤ اَصَابَكَ مِنۡ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ‌ وَمَاۤ اَصَابَكَ مِنۡ سَيِّئَةٍ فَمِنۡ نَّـفۡسِكَ‌ ؕ وَاَرۡسَلۡنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوۡلًا‌ ؕ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيۡدًا

Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi. (QS Annisa 79)

Rasulullah saw bersabda:

 ما يصيب المؤمن من شوكة فما فوقها إلا رفعه الله بها درجة أو حط عنه خطيئة

“Tidaklah menimpa seorang mukmin sebuah musibah, duri atau musibah yang lebih besar dari itu kecuali Allah akan mengangkat derajatnya atau menggugurkan dosanya”. (HR. Al-Bukhary dan Muslim)

  1. Adzab adalah siksaan untuk orang kafir baik di dunia maupun di akhirat.


وَلَنـــُذِيۡقَنَّهُمۡ مِّنَ الۡعَذَابِ الۡاَدۡنٰى دُوۡنَ الۡعَذَابِ الۡاَكۡبَرِ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُوۡنَ

Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (Qs assajdah 21)

 

Terkait pertanyaan Anda yang mempertanyakan banyaknya hal buruk yang menimpa Anda setelah Anda hijrah, tentu itu bukan bentuk ketidakyakinan, tapi itu suatu bentuk ekpresi yang wajar dari peristiwa yang menurut Anda tidak wajar. Bisa jadi karena Anda berpikir bahwa setelah Anda hijrah kehidupan akan lebih baik, tapi kenyataannya adalah tidak demikian.

Oleh karena itu untuk meringankan beban pikiran Anda dan untuk memberikan sikap yang tepat atas kejaian buruk dan tidak menyenangkan itu, sebaiknya anda cocokkan dengan tiga hal diatas,apakah itu ujian, musibah atau adzab. Dengan demikian Anda akan lebih bersabar dalam menghadapinya dan yakinlah bahwa badai pasti berlalu. Semoga Anda mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sekarang ini. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc