Bagaimana Membagi Tanggung Jawab Sebagai Istri Dan Anak

Pernikahan & Keluarga, 8 Januari 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum, selamat malam, mohon maaf saya ingin bertanya,
Pertanyaan:
Saya ibu rumah tangga tinggal bersama suami dan putra kami yg masih balita, akan tetapi sementara waktu ini karena ayah saya sakit jadi kami harus beberapa kali terpisah berbeda kota, saya dan putra kami di rumah orangtua saya sedangkan suami di rumahnya karena harus bekerja, beberapa waktu di rumah orangtua, lalu kembali ke rumah suami beberapa waktu juga, begitu terus selama sekitar 3 bulan ini.
Yg ingin saya tanyakan adalah sudah benarkah keputusan saya untuk secara bergantian ke rumah orangtua dan ke rumah suami, sedangkan beberapa kali jika saya memutuskan untuk kembali ke rumah suami malah suami bilang saya anak tidak baik yg tidak bisa merawat orang tua padahal maksud saya ingin membagi kewajiban saya sebagai anak dan sebagai istri secara bergantian, karena tinggal terpisah dengan suami seringkali memunculkan miskomunikasi yg berujung pertengkaran atau pun ketidaknyamanan hati karena harus berjauhan, sehingga saya memutuskan untuk secara bergantian saja agar tetap terpenuhi kewajiban saya sebagai anak dan istri, tapi bagaimanakah sebaiknya mengingat komunikasi kami tidak berjalan dengan baik? 
Untuk informasi baik ayah maupun ibu saya tidak berkeberatan saya dan putra saya tinggal di mana saja senyaman kami (yg disampaikan kepada saya seperti itu, entah bagaimana di dalam hati) tinggal di rumah orangtua karena ayah sakit murni tanpa permintaan orangtua dan keputusan kami sendiri, saat itu, tapi bergantian hanyalah keinginan saya
Mohon jawabannya 😔😔


-- Ms (Jawa Timur )

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami anda, musyawarahkan masalah keluarga kalian dengan saling memberikan masukan untuk mencari titik temu

Dan menurut kami, karena anda sebagai seorang istri mestinya suami lebih harus diprioritaskan, meskipun tidak harus meninggalkan perhatian kepada kedua orang tua, Dan yang selama ini anda telah lakukan dengan membagi waktu untuk suami dan untuk kedua orang tua sudah benar in syaa Allah, tapi sebaiknya porsi untuk orang tua bisa dikurangi agar waktu untuk suami lebih banyak, agar bisa ada kesempatan yang lebih untuk memperbaiki komunikasi dengan suami yang selama ini mungking kurang ideal

Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda dan suami lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan memberikan hidayah, bimbingan dan pelndungan kepada keluarga

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA