Rujuk Setelah Pisah Ranjang Lama

Pernikahan & Keluarga, 9 Januari 2021

Pertanyaan:

Kami menikah sdh 18 th, dengan 2 orang anak. 3 tahun terakhir kami sudah pisah ranjang, bahkan sebelumnya sy minta bereskan segala hal untuk siapkan perceraian  secara baik baik. Sebetulnya suami berharap saya mau memaafkan dia dan memberikan kesempatan untuk bisa bersama lagi, dan ia tidak pernah berkata cerai atau menjatuhkan talak pada saya. Seiring berjalannya waktu kami masih serumah, masih melayani keperluannya, hanya saja  tidak pernah melakukan hubungan suami istri. Yang sy mau tanyakan , jika sy melihat perubahan suami sy yang positif, dan saya berniat untuk memulai kembali kehidupan suami istri yang baik dengannya, apa yg harus dilakukan? Apakah harus akad lagi atau bagaimana? Mohon bimbingannya.



-- Dini (Bandung)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi, sekaligus memberikan nasihat kepada suami anda secara khusus perihal konskwensi dari sebuah pernikahan, hal tersebut perlu segera anda lakukan dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Dan apabila suami benar-benar menyesali atas kesalahan kesalahannya dan bertaubat kepada Allah, maka sudah semestinya anda memaafkannya, dan ketika anda berdua mau baikan, tidak perlu adanya akad nikah baru, karena belum terjadi talak, meskipun kalian pisah ranjang.

Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan membuka hati suami anda dan berkenan untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA