Istri Yang Selalu Tersakiti

Akhlaq, 11 Januari 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum maaf saya mau curhat tentang rumah tangga saya..jujur sebener nya saya tuh udah cape lelah menjalani rumah tangga sama suami saya..karna suami saya tuh setiap berantem selalu menghina saya..saya di katain jlek..numpang di rumah nya..hidup sebatang kara..padahal saya selalu sabar walaw pun suamu saya jarang usaha ge..tapi saya tuh selalu salah di mata suami saya..saya selalu di usir di ludahi di guyur pake air..mau curhat curhat ke siapa bingung..walaw pun pulang ke rumah orang tua..orang tua saya selalu cuek..kaya ngga mau tinggal bareng sama saya..sama anak saya pun ngga pernah..ngerapek..terkadang saya suka bingung kalaw lagi pusing teh harus pergi ke mana..agar pikiran bisa tenang..saya pikir pikir ko saya seperti hidup ga punya orang tua..assalamualaikum wr wb



-- Jamilah (Bekasi)

Jawaban:

wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sebelum menjawab dan menanggapi curhatan Anda,kami berusaha ikut merasakan perasaan Anda yang didhalimi suami dan diabakan orang tua. Sungguh tidak ringan berada pada posisi Anda.

Selanjutnya Anda harus yakin bahwa Allah tidak memberi beban melebihi kemampuan Anda. Karena tidak mungkin Allah membebani hambanya melebihi kemampuannya. Allah berfirman:


 لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا  

 Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al Baqarah: 286)

Jika Anda menyadari bahwa Anda dipilih Allah untuk menerima semua kondisi itu ,maka yang Anda perlukan untuk menghadapinya hanyalah sabar. Begitulah sikap seorang mukmin. Rasulullah bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)

Allah memberikan keutamaan kepada orang yang mau bersabar dengan keutamaan yang sangat banyak. Diantara keutamaan orang yang bersabar adalah :

  1. Allah akan mencintainya sebagaimana firman-Nya:

. وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

“Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar“. (Ali Imran/3 : 146)

Cinta siapakah yang lebih Anda harapkan di dunia ini,cinta suami atau cinta ibu atau cinta Allah? Jika Allah telah mencintai hambaNya maka Allah akan memerintahkan kepada penduduk langit untk mencintai hamba itu. Jika penduduk langit mencintai hamba itu maka penduduk bumi akan mencintai hamba itu. Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي جِبْرِيلُ فِي السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ وَيُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي أَهْلِ الْأَرْضِ (رواه البخاري)
Dari Abu Hurairah ra berkata, "Bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala jika mencintai seseorang, maka Allah akan memanggil Jibril , '(wahai Jibril) Sesungguhnya Allah mencintai fulan maka cintailah dia, sehingga Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril memanggil seluruh penghuni langit seraya berseru, 'Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah dia, maka penghuni langit pun mencintainya, sehingga orang tersebut diterima oleh penduduk bumi." (HR. Al-Bukhari)

Maka bersabarlah,karena itu akan menjadi penyebab Anda mendapat cinta suami dan orang tua disebabkan Allah dan penduduk langit telah mencintai Anda.

  1. Allah akan membalas dengan balasan yang lebih baik. allah berfirman:

وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan“. (An-Nahl/16 : 96)

  1. Allah memberi basalan tanpa batas. Allah berfirman:

 نَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

 “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas“. (Az-Zumar/ : 10)

Dan yang terakhir yang perlu Anda ketahui bahwa Allah ketika mencintai hambanya maka Dia akan mengujinya. Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah ).

Mudah-mudahan Allah segera mengubah duka Anda menjadi bahagia. Allahumma aamiin. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc