Jawaban Istikharah

Lain-lain, 11 Januari 2021

Pertanyaan:

*Assalamu'alaikum Ustadz

Semoga ustadz" Semua Allah berkahi hidupnya dan sarana konsultasi ini dijadikan salah satu amal jariyah untuk Ustadz dan tim di akhirat nanti, aamiin. 

Mohon maaf Ustadz.. 

Sebelumnya saya pernah bertanya dan dijawab langsung klo tidak salah tgl 18 November 2020 oleh Ustadz Amin Syukroni, Lc hafizhahullah, aamiin. 

Judul pertanyaan saya adalah "Apakah Sudah Jatuh Talak".

Mohon maaf Ustadz, saya baru membaca jawaban Ustadz sekarang, saya pikir akan ada notifikasi di email ketika sudah dijawab karena ada pengisian email di formulir pertanyaan, maaf Ustadz. 

Ustad, izinkan saya bertanya lagi :

1. karena selama bbrp bulan saya kebingungan, saya ber ijtihad untuk melakukan istikharah atas beberapa kasus talak kinayah yg sebelumnya saya sampaikan karena saya bimbang, antara berniat dan tidak berniat ketika mengiyakan permintaan talak kinayah dari istri. Klo di ingat" Sepertinya tidak benar benar berniat, hanya marah saja, tapi disisi lain pikiran berkata klo orang sedang bertengkar kemungkinan besar ada terbesit niat. 

Maka saya putuskan utk melakukan sholat istikharah, dan didalam do'a istikharah tadi menyisipkan do'a " jika melanjutkan pernikahan ini baik " Dst. Sesuai do'a istikharah yg disunnahkan. 

Setelah beberapa kali istikharah, terjadi kejadian yg mana kejadian itu tiba" Muncul :

A. Istri ketahuan punya medsos (padahal sudah dilarang berulang kali karena melalaikannya dan menutup pintu fitnah, dan pernah bbrp kali hapus akun) saat ini secara tidak sengaja ketahuan punya lagi dan lebih parah, karena istri mengupload fotonya dengan pakaian musilmah gaul,  berdandan, dan ada yg kelihatan betisnya(padahal setau saya dia selalu berpakaian syari dan bercadar). 

B. Ketahuan jalan tanpa izin. 

C. Istri tidak menyerahkan nafkah anak kepada orang tua sya (orang tua saya izin merawat anak saya bergantian) nafkah tsb utk bayar spp tahfiz tk, uang jajan, dan susu. Saya baru tau ketika menyerahkan sendiri nafkah itu. Karena biasanya saya amanahkan ke istri, dan gaji di transfer semua ke istri. Orang tua saya tidak meminta uang nafkah anak karena dikira kami kesusahan, hal ini sudah terjadi lama -+ 1 thun dan baru tau baru" ini. 

Pertanyaannya, apakah itu sinyal jawaban istikharah saya ustadz, bahwa jika dilanjutkan tidak baik? 

2. Apakah ketika menjelaskan ke istri hukum talak sharih dan kinayah :

Istriku, hati" Ya hukum talak ada 2, tegas dan kinayah

Klo tegas itu misal saya berucap saya ceraikan kamu itu langsung jatuh talaknya

Klo kinayah, misal saya berucap ya sudah pulang aja kamu kerumah org tua mu (disertai niat makan jatuh, bila tidak disertai niat tidak jatuh) 

 

Apakah saya menjelaskan seperti itu dihukumi jatuh talak ustadz? 

 

Jazakallah khairan insya Allah, aamiin. 



-- Abdullah (Banjarmasin)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sebelum menjawab pertanyaan diatas,perlu kami sampaikan terlebih dahulu hadits tentang shalat istikharah,untuk menjadi landasan menjawab pertanyaan diatas.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا ، كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ « إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ – ثُمَّ تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ – خَيْرًا لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – قَالَ أَوْ فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – فَاقْدُرْهُ لِى ، وَيَسِّرْهُ لِى ، ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ، ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ »

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengajari para sahabatnya shalat istikhoroh dalam setiap urusan. Beliau mengajari shalat ini sebagaimana beliau mengajari surat dari Al Qur’an. Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu, lalu hendaklah ia berdo’a:

Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya.”(HRBukhari)

  1. Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan bahwa jawaban Allah atas istikharah ditandai dengan dimudahkan untuk melakukan pilihan . Jika Anda memilih melanjutkan pernikahan maka Anda dipermudah melakukannya dan diberkahi pernikahan Anda. Jika Anda memilih berpisah,maka andapun juga dipermudah untuk berpisah dengannya.

Temuan-temuan kesalahan istri Anda tidak menjadi petunjuk bahwa Anda harus berpisah dengan istri Anda,bisa jadi itu justru petunjuk bahwa Anda harus lebih mendidik lagi istri Anda menjadi lebih baik.

  1. Adapun penjelasan Anda kepada istri Anda tentang talak sharih dan talak kinayah beserta contoh-contohnya tidak menyebabkan jatuhnya talak.
  2. Yang harus Anda lakukan dalam mensikapi istikharah Anda adalah: bertanyalah kepada hati nurani Anda, jauhkan hati dari segala perasaan yang dipengaruhi oleh nafsu suka atau benci. Lalu peganglah jawaban hati nurani itu dan ikutilah. Anda akan dimudahkan untuk mengikutinya dan melakukannya jika itu baik dan berkah untuk anda, dan Anda akan dipalingkan dan dijauhkan jika itu buruk buat Anda.

Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc