Informasi Tambahan Jawaban Istikharah

Lain-lain, 11 Januari 2021

Pertanyaan:

*Assalamu'alaikum Ustadz, 

Mohon Maaf Ustad.. 

Sya izin menambahkan keterangan pertanyaan sebelumnya mengenai jawaban istikharah :

1. Mimpi sudah 3x (walaupun beda cerita tapi intinya sm istri minta cerai), tapi saya abaikan dan saya sampaikan ke ustadz 3 kejadian yg saya sampaikan sebelumnya. 

2. Istri menyesali perihal sosmed

3. Istri merasa bersalah tidak membiarkan nafkah anak yg uangnya sya amanahkan ke dia, tapi dia tidak menyesal karena dia tidak suka orangtua saya ikut merawatnya, sampai sekarang tetap tidak Terima. 

4. Istri menyesali jalan tanpa izin

5. Orangtua tetap kekeh ingin ikut merawat anak saya. 

Apa yg mesti saya perbuat ustadz? 

Itu saja tambahannya ustadz, isinya Allah ini pertanyaan terakhir. 

Semoga Allah balas ustadz dengan pahala dan kebaikan dunia akhirat, aamiin. 

 



-- Abdullah (Banjarmasin)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, perlu kami sampaikan terlebih dahulu hadits tentang shalat istikharah, untuk menjadi landasan menjawab pertanyaan diatas.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا ، كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ « إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ – ثُمَّ تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ – خَيْرًا لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – قَالَ أَوْ فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – فَاقْدُرْهُ لِى ، وَيَسِّرْهُ لِى ، ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ، ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ »

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengajari para sahabatnya shalat istikhoroh dalam setiap urusan. Beliau mengajari shalat ini sebagaimana beliau mengajari surat dari Al Qur’an. Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu, lalu hendaklah ia berdo’a:

Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya.”(HRBukhari)

  1. Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan bahwa jawaban Allah atas istikharah ditandai dengan dimudahkan untuk melakukan pilihan . Jika Anda memilih melanjutkan pernikahan maka Anda dipermudah melakukannya dan diberkahi pernikahan Anda. Jika Anda memilih berpisah, maka andapun juga dipermudah untuk berpisah dengannya.

Temuan-temuan kesalahan istri Anda tidak menjadi petunjuk bahwa Anda harus berpisah dengan istri Anda, bisa jadi itu justru petunjuk bahwa Anda harus lebih mendidik lagi istri Anda menjadi lebih baik.

  1. Adapun penjelasan Anda kepada istri Anda tentang talak sharih dan talak kinayah beserta contoh-contohnya tidak menyebabkan jatuhnya talak.
  2. Yang harus Anda lakukan dalam mensikapi istikharah Anda adalah: bertanyalah kepada hati nurani Anda, jauhkan hati dari segala perasaan yang dipengaruhi oleh nafsu suka atau benci. Lalu peganglah jawaban hati nurani itu dan ikutilah. Anda akan dimudahkan untuk mengikutinya dan melakukannya jika itu baik dan berkah untuk anda, dan Anda akan dipalingkan dan dijauhkan jika itu buruk buat Anda.

Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc