Membagi Harta Waris Sesuai Amanah Almarhum

Waris, 23 Januari 2021

Pertanyaan:

Assalammualaikum Wr. Wb.,

Tante dari suami (sebut saja Aminah) telah meninggal sekitar 3 tahun yang lalu.  Ketika masih hidup, almarhum mengatakan bahwa kelak rumahnya akan diberikan kepada 2 orang dari sekian banyak keponakannya, yaitu:

- Bowi (suami saya) yang merupakan keponakan laki-laki dari saudara kandung perempuan; dan

- Minda yang merupakan keponakan perempuan dari saudara kandung laki-laki.

Alasan alm Aminah memberikan rumahnya kepada Bowi dan Minda karena mereka diasuh sejak kecil oleh almarhum sehingga sudah dianggap seperti anaknya sendiri.

Alm. Aminah mengamanatkan rumah hanya boleh diambil alih oleh Bowi dan Minda apabila dia dan adik kandungnya yg paling kecil (Fatimah) sudah meninggal.

Sebagai informasi, Alm. Aminah tidak menikah. Ketika almarhum wafat, Fatimah masih hidup. 

Selain Fatimah (tidak menikah), ketika Aminah meninggal, almarhum meninggalkan:

- 1 keponakan laki-laki dari saudara perempuan (Bowi)

- 3 keponakan perempuan dari saudara laki-laki kandung (salah satunya Minda).

- 5 keponakan laki-laki dari saudara laki-laki kandung.

 

Beberapa hari yang lalu, Fatimah wafat.  Apakah amanah alm. Aminah untuk memberikan rumahnya kepada Bowi dan Minda bisa dilaksanakan?

Adapun saksi dari pernyataan Alm. Aminah mengenai pemberian rumah kepada Bowi dan Mnda adalah:

- Alm. Sofi, adik kandung alm. Aminah (meninggal 6 thn lalu).  

- Alm. Fatimah (meninggal bbrp hari lalu)

- Bowi

- Minda

- Saya (mendapat informasi melalui Alm. Sofi dan Alm. Fatimah)


Mohon penjelasannya.

Jazakallah Khairan Katsira.
Selly



-- Selly Rosidah (Depok, Jawa Barat)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

1). Ketika ibu Aminah meninggal, maka ahli waris beliau adalah sebagai berikut :

    - Fatimah (adik kandung)

    - Keponakan laki-laki dari saudara laki ( 5 laki-laki dari saudara laki-laki), sedangkan keponakan perempuan dari saudara laki-laki dan keponakan laki-laki dari saudara perempuan tidak termasuk ahli waris

2). Wasiat itu maksimal 1/3 dari harta warisan dan tidak berlaku bagi ahli waris, dan karena Bowi dan Minda bukan ahli waris, maka berlaku bagi mereka dengan besar maksimal 1/3

3). Jadi ketika ibu Aminah meninggal, maka pembagian warisnya adalah sebagai berikiut :

    - Bowi dan Minda mendapat 1/3 dari harta warisan ibu Aminah.

    - ibu Fatimah mendapatkan 1/2

    - Sedang sisa warisan dibagi secara merata untuk 5 keponakan laki-laki dari saudara laki-laki.

4). Ketika ibu Fatimah meninggal, maka seluruh harta warisannya ( aset beliau + 1/2 dari warisan ibu Aminah) dibagi secara merata untuk 5 keponakan laki-laki dari saudara laki.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab



-- Agung Cahyadi, MA