Pernikahan

Pernikahan & Keluarga, 12 Februari 2021

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum ustadz, Sekarang ini saya sedang bingung sekali, 
Tahun 2019, saya berta'aruf dengan seorang laki laki dari bandung, via kakak kelas saya, selang 6 bulan, lalu saya menikah. Lalu setelah 1 bulan, saya ikut dengan suami saya ke Bandung karena, suami saya seorang guru, setelah 1 bulan disana, tiba tiba suami saya mengalami gangguan jiwa, saat saya lihat riwayat kesehatan , ternyata suami saya mempunyai penyakit skizofrenia, darisana saya merasa kecewa, karena merasa dibohongi, lalu suami saya sembuh. .  Tapi saya Terima lgi suami saya, karena saya pikir mungkin sudah nasib saya.. Tapi ya Allah selang 2 bulan suami saya kambuh lagi, dan menyuruh saya pulang kerumah,( memberikan talak) dan waktu itu saya dalam keadaan hamil, lalu keluarga beliau mempulangkan saya ke orang tua saya.. Karena katanya anaknya mau berobat dulu.. Dan sekarang setlah 1 tahun 3 bulan, suami saya sembuh karena rutin minum obat, dan beliau selalu menengok anak nya dan mengajak saya kembali untuk membina rumah tangga, tapi saya belum bisa menjawab, karena saya bingung, di satu sisi takut suami saya kambuh lagi dan di lain sisi, saya kasihan sama anak saya.. Karena tidak merasakan kasih saya ayahnya, menurut, ustadz apa yang harus saya putuskan sekarang, karena orang tua saya memberikan keputusannya kepada saya, mohon pendapatnya kak🙏🙏🙏
 


-- Yunita (Sukabumi)

Jawaban:

Wa'alaikumjussalaam wrwb.

Dalam kasus yang anda alami, sesungguhnya anda mempunyai hak pilih, untuk meneruskan pernikahan atau berpisah dengan suami dengan meminta cerai (karena anda merasa di bohongi saat taaruf, suami tidak memberitahukan penyakit beliau) dan kemudian adanya potensi penyakitnya kambuh kembali.

Oleh karena itu, sebaiknya anda berkonsultasi kepada beberapa orang yang anda percayai bisa memberikan masukan yang baik dan sebaiknya anda juga ikuti upaya tersebut dengan shalat istikhoroh untuk memohon petunjuk kepada Allah perihal kebimbangan anda

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA