Tentang Mahar Nikah

Pernikahan & Keluarga, 15 Februari 2021

Pertanyaan:

assalamualaikum pa ustad sya mau tanya

saya kan bntr lagi mau menikah, nah saya kan udh beli mahar untk calon saya emas dngn 24 karat seberat 7,1 gr. terus karna ini waktu nya mepet dengan tgl pernikahan sya masi butuh biaya buat nikahan, saya mau jual lagi emas yg waktu saya beli lagi, dan sya beli emas dengan yg 18 karat.untk nanti pas akad. tapi keluarga pihak calon saya kan tau nya emng 7,1gr. jadi dalam hal ini sya berbohong dlu pa ustad ,soalny buat tambahan biaya nikah, saya dan calon sya udh sepakat untk menukar emas yg 24 karat menjadi 18karat seberat 1gram.yg mau tanya apakah boleh pas saat ijab qobul saya bilang emas nya 24 karat seberat 7,1gr..?tapi nyata nya emas nya seberat 1 gram yg 18 karat..mohon pencerahan nya ustad..



-- Romy (Jakarta Timur)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Apa yang akan anda lakukan dengan akan mengatakan dalam akad nikah nanti perihal kadar maskawin yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya, adalah sebuah kebohongan dan hal terlarang dan termasuk perbuatan yang dilarang dalam agama kita

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk berkata yang baik, di antara bentuk berkata yang baik adalah jujur, yaitu memberitakan sesuatu sesuai dengan hakekatnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang dusta, yaitu memberitakan sesuatu yang tidak sesuai dengan hakekatnya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan keutamaan jujur dan bahaya dusta, sebagaimana diriwayatkan di dalam hadits di bawah ini:

عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Dari ‘Abdullah, dia berkata: Rasulallâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalian wajib jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga. Jika seseorang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis di sisi Allâh sebagai seorang yang selalu jujur. Dan jauhilah kedustaan, karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. Jika seseorang senantiasa berdusta dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allâh sebagai seorang pendusta.” (HR. Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa dusta akan menyeret pelakunya ke neraka, maka hendaklah kita waspada.

DUSTA SIFAT ORANG MUNAFIK Demikian juga dusta merupakan sifat menonjol orang munafik, bukan sifat orang Mukmin.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tanda orang munafik ada tiga: Jika dia bercerita, dia berdusta; jika dia berjanji, dia menyelisihi; dan jika dia diberi amanah, dia berkhianat”.

Berdasarkan hal tersebut diatas, seyogyanya anda mengurungkan rencana anda tersebut meskipun calon istri anda juga setuju

Semoga Allâh menjauhkan kita dari seluruh kemaksiatan dan membimbing kita dalam perkara yang Dia ridhoi dan cintai, sesungguhnya Allâh Maha Pemurah lagi Maha Mulia.


Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-NHya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA