Sikap Yang Harus Saya Ambil Bagaimana? Ketika Sudah Diusir Mertua

Pernikahan & Keluarga, 15 Februari 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum, maaf sya mau tanya. Kurang lebih sama dengan pertanyaan yg sudah diajukan olh kawan2.Sama persis saya diusir oleh mertua saya. Karna setiap ada masalah suami membentak saya dengan nada keras dan membuat mertua marah dan menyalahkan saya. Saya putuskan untuk pergi dari rumah mertua saya dan membawa brg2 pribadi saya.dan itu atas izin dari suami juga.

Mertua saya tidak terima, krna bawa barang.Dan dibilang perampokan.Pdahal itu adalah barang milik saya hasil kerja saya sebelum menikah.sedangkan mas kawin yang adalah hak saya, justru diambil oleh suami saya beserta surat2nya. 

Dari situ mertua saya marah besar dan memanggil RT setempat.dan saya dinyatakan maling oleh mertua saya sndiri, tetangga yang berkerumun melihat kejadian yang saya alami.

Kaka dr suami saya mengingatkan aib keluarga jangan diumbar2 kepada mertua sy. Malah mertua saya bilang "gpp biar semua orang tau"

Saya merasa sakit hati karna apa yang dilakukan mertua saya sangat kelewatan. Mengusir dan memfitnah saya dengan sebutan maling dengan ditonton oleh tetangga.

Apa saya harus berpisah saja?

 



-- Rika Adelia (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Tetapi masalah rumah tangga anda sebagaimana yang anda ceritakan diatas memang luar bisa dan tentu tidak mudah untuk di-urai

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya wakil dari keluarga anda dan fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi, hal tersebut perlu segera anda lakukan dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan membuka hati suami anda dan mertua anda secara khusus untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda

Ketika upaya optimal sudah anda lakukan, tetapi suami dan mertua tetap dengan sikapnya dan anda sebagai istri sudah tidak lagi bisa bersabar dengan sikap2 suami anda dan mertua anda, maka barangkali cerai bisa menjadil pilihan anda terakhir kali setelah segala upaya sudah tidak lagi ada harapan bisa mendatangkan solusi.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb



-- Agung Cahyadi, MA