Mendapati Cairan Setelah Mandi Junub

Thaharah, 16 Maret 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum, Saya mandi junub karena ragu dengan cairan yg keluar dri kemaluan saya. Hampir setiap hari saya keluar cairan lengket seperti lendir. Beberapa menit (tidak begitu lama) sebelum keluar dari kamar mandi, saya membersihkan kemaluan saya untuk terakhir kalinya dan saat itu saya sudah merasa kemaluan saya bersih. Kemudian saya berwudhu dan menyirami tubuh saya (untuk memastikan semua tubuh terbasahi). Setelah itu saya berwudhu lagi dan menyelesaikan mandi junub saya. Beberapa menit kemudian, saya kembali lagi ke kamar mandi untuk memastikan tidak ada cairan yang tersisa (saya memang orang yang peragu dan sering waswas seperti OCD). Ternyata, saya mendapati ada cairan di kemaluan saya setelah itu saya buang air kecil dan membersihkannya kemudian berwudhu. Apakah mandi junub saya itu sah? 



-- Imni (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Madzi dan mani merupakan cairan yang keluar dari kemaluan manusia. Namun kedua cairan ini memiliki perbedaan yang cukup krusial, baik dari makna hingga perlakuan terhadapnya. Madzi merupakan cairan bening dan lengket yang keluar saat muncul syahwat. Kendati demikian keluarnya madzi tidak diikuti dengan kenikmatan dan tidak pula diikuti dengan kelemasan, terkadang madzi keluar tanpa terasa. Madzi bisa keluar dari kemaluan laki-laki maupun perempan, tetapi lebih sering keluar dari kemaluan perempuan.. Sedangkan mani merupakan cairan yang keluar dari kemaluan dengan disertai pancaran dan kenikmatan.

Berdasarkan hal tersebut, maka kalau cairan yang keluar dari kelamin anda itu mani, maka anda wajib mandi, dan kalau sesudah mandi ternyata masih anda sisa cairan di kelamin anda, maka itu tidak mewajibkan anda untuk mengulang mandi, artyinya mandi anda yang pertama sudah dianggap cukup

Tetapi kalau cairan yang keluar dari kelamin anda itu madzi, maka anda tidak wajib mandi, cukup anda bersihkan cairan tersebut dari tubuh dan pakaian yang terkena madzi tersebut kemudian anda wudhu

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA