Air

Fiqih Muamalah, 17 Maret 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz.

1. Bila sedang istinja setelah kencing saya alirkan air ke dzakar saya. Lalu bekas air nya nyiprat kemana-mana. Apakah air itu najis?

2. Bila ada najis di lantai wc, lalu saya siram kaki saya dan air nya ngalir kenajis tadi, apakah lantai yg terkena najis itu suci?

Mohon segera dijawab. Terima kasih.



-- Angga (Tasik)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

1. Air yang tercampur dengan najis itu tidak mesti menjadi najis, apabila najis yang tercampur dengan air suci tersebut tidak merubah sifat airnya (bau, rasa dan warna tetap), maka air tersebut tersebut tidak najis, sehingga air suci yang anda alir ke dzakar anda setelah kencing, bila anda pastikan tidak berubah sifatnya, maka air tersebut menjadi tidak najis

2. Air yang anda siramkan ke kaki, kemudian mengalir diatas lantai yang ada najisnya, maka hjarus anda pastikan; apakah najisnya terbawa oleh air yang mengalir tersebut atau tidak? dan hal tersebut akan ditentukan oleh kadar najis yang  menempel dilantai tersebut, bila najis adalah najis cair dan tidak banyak sementara air suci yang mengalir diatasnya banyak, tentu najis akan terbawa oleh aliran air tersebut sehingga lantainya akan menjadi suci, tetapi kalau najisnya banya apalagi sudah mengering, sementara air yang mengalir diatasnya sedikit, maka lantai tersebut berpotensi tetap najis, karena najisnya tidak terbawa oleh air suci yang mengalir diatasnya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA