Kehilangan Ibu

Lain-lain, 24 Maret 2021

Pertanyaan:

    As Wr wabarokatu 

 Pa ustad saya topik hidayat dri bdg mau menayakan saya kehilangan ibu saya tercinta sdh 10 thn lbh blm plng dan ketemu lagi, saya sama semua keluarga sdh berusaha mencari k sna kmri tp blm jua ketemu, dan srng bedoa spy kembali lgi, jdi amalan apa lgi yg hrs saya lakukan apa saya harus memprbanyak dzikir kpd allah spy sy bsa ketemu ibu saya lagi trmksh 

                                                    Wlkum slm wr wb



-- Topik Hidayat (Bandung)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarkatuhu.

Kami ikut berduka dengan hilangnya ibu Anda, semoga dalam waktu dekat bisa ditemukan dan kembali dalam keadaan sehat wal afiat.

Diantara amalan yang bisa Anda coba lakukan sebagai ikhtiar menemukan ibu Anda adalah bertawashul dengan amal shalih yang telah Anda lakukan. Tawashul dengan amal shaleh ini pernah dilakukan orang-orang terdahulu untuk menyelesaikan problem yang sepertinya mustahil untuk diselesaikan. Rasulullah mengisahkan kisah berikut:

“Abu Abdurrohman, Abdulloh bin ‘Umar bin Khottob rodhiallohu ‘anhu berkata, aku mendengar Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, _“Tiga orang dari kaum sebelum kalian berjalan-jalan hingga mereka bermalam disebuah gua. (Tiba-tiba), sebuah batu besar jatuh dari gunung, dan menutup pintu gua. Mereka berkata,”Tidak akan ada yang dapat menyelamatkan kita dari batu besar ini, kecuali jika kita berdoa kepada Alloh dengan amal baik kita.”

Orang pertama berkata, “Ya Alloh, aku memiliki dua orang tua yang lanjut usia. Aku tidak pernah mendahulukan keluarga atau budak untuk minum susu (di sore hari) sebelum mereka berdua. Pada suatu hari, aku terlalu jauh mencari pepohonan (kayu bakar) hingga aku tidak pulang kecuali keduanya sudah tidur. Lalu aku memerah susu untuk mereka, tapi mereka sudah tidur.

Aku tidak ingin membangunkan mereka, tapi aku juga tidak ingin memberikan susu itu kepada keluargaku (anak dan istri) atau budak. Gelas itu tetap di tanganku menanti kedua orang tuaku bangun hingga fajar terbit. Padahal, anak-anak yatadhoghouna (menjerit kelaparan) di kakiku.

Keduanya (ayah dan ibu) bangun lalu meminum air susu itu. Ya Alloh, jika perbuatanku itu untuk ibtigho’a wajhika (mengharap wajah-Mu), maka singkirkanlah batu ini.” Batu itupun bergeser, namun mereka belum bisa keluar.

Laki-laki yang lain berkata, “Ya Alloh, sesungguhnya aku memiliki sepupu wanita yang sangat aku cintai.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Aku sangat mencintainya, sebagaimana seorang laki-laki mencintai seorang wanita. Fa-arodtuhaa (aku menginginkan dirinya) (ingin menggaulinya), namun dia selalu menolak. Ketika ia ditimpa paceklik, ia datang meminta bantuan kepadaku. Aku memberinya 120 dinar dengan syarat dia mau menyerahkan dirinya untukku. Diapun setuju.

Ketika aku sudah menguasainya…” Didalam riwayat lain disebutkan “Ketika aku bersiap menggaulinya, ia berkata, ‘bertakwalah kepada Allah dan laa tafuddho khootam (jangan kamu pecahkan tutup) kecuali dengan cara yang sah’. Maka aku meninggalkannya, padahal dia adalah orang yang paling aku cintai.

Emas (dinar) yang kuberikan kepadanya tidak aku ambil lagi. Ya Alloh, jika perbuatanku itu untuk mencari keridhoan-Mu, maka berilah kami jalan keluar dari cobaan ini.” Batu itupun bergeser namun mereka belum juga bisa keluar.

Laki-laki ketiga berkata, “Ya Alloh, aku mempunyai sejumlah buruh. Aku berikan gaji mereka, kecuali satu orang. Ia pergi (begitu saja) dan tidak mengambil gajinya. Fatsammartu (lalu aku kembangkan gajinya) itu, hingga menjadi banyak.

Beberapa tahun kemudian, ia datang kepadaku seraya berkata, ‘Tuan, berikan gajiku (yang dulu).’ Aku berkata, ‘Semua yang kamu lihat : unta, sapi, kambing dan budak, adalah gajimu.’

‘Tuan, Anda jangan menghinaku.’

‘Aku tidak menghinamu.’

Lalu ia mengambil seluruhnya. Ia menggiring seluruh ternak itu dan tidak menginggalkan satu pun.

Ya Alloh, jika perbuatanku itu untuk mencari keridhoan-Mu, maka berikan kepada kami jalan keluardari cobaan ini.” Maka batu itupun bergeser dan mereka bisa keluar” (Muttafaq ‘Alaih).

Anda dan saudara-suadara Anda bisa berdoa kepada Allah dengan bertawashul menggunakan amal shaleh yang terbaik masing-masing. Semoga dengan itu Allah segera menyampaikan berita keberadaan ibu Anda. Jika masih hidup semoga kembali dalam keadaan sehat wal afiat dan jika telah tiada semoga segera ditemukan posisinya. Allahumma aamiin ya rabbal alamin. Wallahu alam bishowab.(as)



-- Amin Syukroni, Lc