Mohon Nasihat

Lain-lain, 24 Maret 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga ustad dan semua selalu dirahmati Allah.
Afwan ustad, saya mohon nasihatnya.
 
Apa yang harus dilakukan istri jika suaminya yang pernah berselingkuh dengan *istri orang* kemudian ingin kembali kepada anak istrinya. Suami ini pernah meninggalkan anak istrinya selama 5 bulan dan tinggal dengan selingkuhannya serumah di luar kota.  Si istri menerima kembali si suami, karena suami mengaku bersalah dan sudah bertobat, ingin kembali ke jalan yang diridhoi Allah. Sdh 3 bulan ini, perilaku suami mulai berubah, lebih rajin sholatnya dan ibadah lainnya. Juga lebih sayang dan perhatian ke keluarga. Masalahnya, si selingkuhan yang juga punya suami dan anak itu seperti tidak terima jika suami kembali kepada istrinya. Perempuan itu terus menerus meneror si istri, dengan menceritakan apa yang telah diperbuat bersama si suami dulu. Bahkan saat ini perempuan itu mengaku hamil. Si suami menyangkal telah menghamili perempuan itu, karena sudah tidak pernah berhubungan dengan perempuan itu selama 2 bulan. Apa yang harus dilakukan suami dan istri ini ustad? Mohon nasihatnya.
 
Jazakallahu khair wa barakallahu fiik.
 


-- Vita (Jogja)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Alhamdulillah suami Anda telah kembali kepangkuan Anda dan menyatakan diri telah bertaubat dan menunjukkan perilaku lebih dari sebelumnya. Syukurilah nikmat itu, semoga Allah menambah nikmatNya kepada Anda. Allahumma aamiin.

Terkait sikap mantan selingkuhan dia yang tidak rela dia kembali ke pangkuan Anda, menunjukkan bahwa dia bukan perempuan baik-baik,apalagi dia masih bersuami dan bertatus istri orang lain. 

Berikut beberapa saran yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi sikap wanita penggoda itu:

  1. Perkuatlah hubungan anda dengan suami Anda, jadilah Anda berdua menjadi satu pasangan yang kuat yang tak terpisahkan. Anda dan suami harus memiliki komitman yang  Kalau dibutuhkan buat komitmen tertulis.
  2. Jika ada risiko yang harus terjadi dikomudian hari, maka hadapilah bersama-sama, jangan sampai saling menyalahkan. Ketika menghadapi risiko yang butuhkan adalah kekuatan bersama, dan kekuatan itu akan didapatkan dengan persatuan. “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.”.
  3. Anda harus lebih percaya kepada suami Anda daripada wanita itu. Dia menyampaikan informasi yang tidak penting buat Anda dengan tujuan Anda akan goyah dalam menerima suami Anda kembali. Dan bisa jadi dia punya harapan yang buruk kepada Anda dan suami Anda. Bisa jadi dia berharap Anda menolak suami Anda dan mmengabaikannya. Lalu terjadi perceraian. Perceraian adalah pencapaian tertinggi bagi iblis dalam menggoda manusia. Jika iblis tidak bisa menggoda Anda dan suami Anda untuk bercerai, meskipun sempat telah berspisah beberapa bulan,bisa jadi iblis akan menggoda melalui orang lain untuk mengemban misinya. Rasulullah bersabda:

إِنَّ إِبْلِيْسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيْهِ مِنْهُ وَيَقُوْلُ نِعْمَ أَنْتَ



“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau”
 (HR Muslim )

  1. Terimalah keadaan suami Anda sekarang ini. Lupakan masa lalunya. Tidak ada orang yang tidak pernah berbuat salah. Rasulullah bersabda:

كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat. (HRTirmidzi)

Dengan taubatnya itu Allah telah membersihkan dosa masa lalunya. Maka dia sekarang telah bersih dihadapan Allah,maka Anda harus memandanya bersih pula.

  1. Berdzikirlah dan Berdoalah kepada Allah,mohonlah perlindungan kepadanya agar keluarga Anda dijauhkan dari segala macam fitnah dan godaan syetan,baik dari jenis manusia maupun dari jenis jin. Perbanyak dzikir pagi dan petang serta sinari rumah Anda dengan bacaan al quran. Semoga dengan segala upaya itu Allah menjaga Anda dan suami Anda serta keluarga dari kejahatan makhluk ciptaan Allah swt.

Demikian beberapa saran semoga bermanfaat. Wallahu alam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc