Suami Egois

Pernikahan & Keluarga, 1 April 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum.

Sy seorang istri sudah menikah 3 thun.

Awal2 nikah sy baru tau sifat suami sy yg kasar. 

Suka sekali bilang goblok, bodoh dan sering menghina fisik (jika marah) parahnya lagi di 1 tahun pernikahan dia berani kekarasan fisik. Misal mendorong sy sampai jatuh hanya karena masalah spele. Sy tdk pernah membantahnya sedikitpun. Sampai  akhir2 ini sy tdk pernah merasakan kepuasan d dlm urusan ranjang. Mungkin karena rasa benci sy lebih besar dr rasa cintanya.

Sy masih jd ibu rumah tangga. Dr pagi ngurus dapur dan anak sendiri (dia d rumah habya tidur kemudian kerja) sy jg masih kerja krena nafkah dr suami sungguh sgt kurang.

Sy harus gimana, menghadapi suami yg sangat kasar, dan tdk sadar diri(tdk pernah menghargai pekerjaan sy) ato mmbantu pekerjaan rumah sedikit sj. Sy tdk berani cerita pd keluarga karena takut jd beban pikiran mereka. 

Blum lagi sy masih tinggal bareng mertua yg sifatnya mudah marah jg. 

 

Mohon pencerahannya



-- Bila (Pasuruan)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik. Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian.

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi sekaligus menasehati kalian berdua dan lebih khusus kepada suami yang selama abai terhadap perannya sebagai seorang suami, hal tersebut perlu segera anda lakukan dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan membuka hati suami anda secara khusus untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb



-- Agung Cahyadi, MA