Kekecewaan Saya Pada Suami

Pernikahan & Keluarga, 2 April 2021

Pertanyaan:

Assalammualaikum , sy mau konsultasi mslh Rumah tangga , kmi menikah sdh 15 thn , sy bertahan demi ank2 ,sy pny suami yg pelit banget sampe2 ank nya mnt uang ngaji aja susah , hrs berkali2 bru dpt , lbh mementingkan klrg nya , rmh kmi bocor kalo hjn d biarkan sj / tdk d perbaiki , dia iuran sama saudaranya utk merenovasi rmh org tua nya d kmpng pd hal msh bs d tmpti tanpa bocor sprti rmh yg sy & ank2 tmpti skrg, kmi hny d kasi mkn siang, kalo mlm sllu mkn indomie instant , pelit / kikir super super buanget.Dia jarang kasi uang utk sy , jd sy & ank2 hny dpt mkn , ank2 d kasi jajan skolah 15 rb /hr, sy mnt uang d blg byk pengeluaran , byr listrik& air 1jt/bln , suka itung2an, sy aja 1tahun kdg d kasi uang 2 x aja sebesar 200rb , bygkan lah....betapa pelit nya dia, suami krj buka usaha rmh mkn sendiri 

 

Pertanyaannya: 

1.bgmn menyikapi suami yg pelit ?

2.boleh kah sy mengambil uang suami d dlm laci jualan nya ? Utk kebutuhan sy & ank2 sekedar beli mkn mlm , pakaian dlm(maaf) dll ?

3.apa doa nya agar suami tdk pelit & kikir ?

Terimakasih , waalaikumsalam

 



-- Nelly (Kepulauan Riau)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik. Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian.

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi sekaligus menasehati kalian berdua dan lebih khusus kepada suami yang selama ini abai terhadap perannya sebagai seorang suami, hal tersebut perlu segera anda lakukan dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan membuka hati suami anda secara khusus untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda

Dan apabila benar2 nafkah yang diberikan suami anda tidak bisa mencukupi kebutuhan anda dan anak anak, sementara suami berkecukupan dn andapun telah mengkomunikasikan dengan baik kepada suami, maka bisa saja anda mengambil sebagian harta suami tenpa sepengetahuannya sekedar untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb



-- Agung Cahyadi, MA