Tentang Talak

Pernikahan & Keluarga, 2 April 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum,  saya ulum,  melanjutkan pertanyaan saya sebelumnya,  saya sekarang sudah 1 tahun 3 bulan tidak tinggal dengan suami saya,  sekarang sya tinggal dengan orang tua saya.  Selama 1 tahun 3 bulan saya tidak tinggal dengan suami sya,  terkadang sya diberi uang kerkadang juga tidak,  dan pernah juga suami saya datang ke tempat kerja saya, menemui saya dan mengatakan bahwa dia memberi waktu tertentu untuk saya memutuskkan,  jika ingin pernikahan kami langgeng,  maka saya harus mau kembali tinggal bersamanya di rumah mertua dengan segala konsekuensi yang akan saya tanggung.  Jika sampai batas waktu yang ditentukan artinya pernikahan kami berakhir. Dan saya pernah juga meminta melalui pesan wa untuk mengontrak saja dengan suami saya tidak usah tinggal  bersama mertua, dia malah marah-marah dan  mengatakan kok susah-susah hiduo ngontrak,  padahal tinggal dengan orang tuanya saja sudah enak,  sudah ada rumah,  kecuali kalau saya menjadi PNS, dia mau kalau saya ajak ngontrak. Namun mengetahui saya lulus tes cpns tahap pertama,  beberapa hari sebelum berangkat untuk tes kedua,  dia memberi uang, setelah tahu saya lulus di tahap kedua,  dia kata-katanya dalam pesan wa menjadi halus,  padahal sebelum saya lulus kata-katanya kasar dan juga menghina saya,  dan ketika tahu saya lulus,  dia data ng menemui saya  diempat kerja saya,  dan mengatakan bahwa dia mau kontrak,  dan dia minta saya menunjukkan foto sk saya kepadanya.  Dia beberapa kali datang untuk maksud memperbaiki hubungan pernikahan kami.

Namun saya ketakutan sendiri,  karena mengingat bagaimana kata2 kasar dia dan ibunya selama kami tinggal bersama,  dan saya tidak percaya kepada apa yang dikatakannya,  dan jika saya menyetujui untuk hidup mengontrak dengannya,  membuat saya khawatir terhadap keselamatan diri saya dan anak saya,. Karena dalam kurun waktu 1 tahun,  saya tidak pernah tahu apa yang auami saya lakukan ataupu. Apa yang dia difikirkan, karena saya  sudah tidak tinggal bersama suami saya selama 1 tahun, dan saya.   Dan pada akhirnya saya melarang suami saya untuk  menemui saya lagi dan saya membebaskan dia untuk tidak menafkahi kami.

Apakah dengan begitu secara agama kami sudah bercerai?   

Karrna saya sangat takut untuk kembali hidup bersama  dengan suami saya yang notabene sudah satu tahun kita berpisah. 

Teeima kasih



-- Ulum (Kediri)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Ketidak bersamaaam kalian berdua sebagai suami istri dalam satu rumah dan tidak tegaknya komunikasi yang baik antara kalian berdua, tidaklah secara otomatis menjatuhkan hukum talak, artinya bahwa kalian berdua masih berstatus sebagai suami dan istri

Tetapi ketika upaya optimal untuk memberbaiki keadaan tidak lagi memberikan solusi yang diharapkan dan andapun sudah tidak lagi mempunyai harapan akan kembalinya kondisi normal dalam kehidupan rumah tangga kalian, maka menurut kami, lebih baik sesegra mungkin anda mengambil sikap; kembali atau cerai, tentu setelah dimusyawarahkan dulu dengan keluarga besar anda

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA