Sudah Ditalak Tetapi Belum Dicerai Secara Hukum

Lain-lain, 2 April 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb

Saya menikah sejak 2016 selama menikah suami sering mengatakan ingin pisah dah sudah 3x dia pergi dari rumah, terakhir kali dia pergi dari rumah sebelumnya sudah mengatakan talak dan seingat saya ini sudah ke 3 kalinya. Sudah hampir 3 bulan ini kami hidup terpisah serta tanpa diberi nafkah untuk saya dan anak padahal saya sudah tidak bekerja. Sempat dia meminta maaf kepada saya dan mengatakan ingin kembali tetapi perasaan saya rasanya sudah tidak tahan lagi dengan hubungan ini. Dia mengatakan ingin memperbaiki semua tetapi tidak ada usaha untuk itu. Apa yang sebaiknya saya lakukan ? Mohon pencerahannya

Terima kasih

Wassalamualaikum wr. Wb



-- Dhevi Tiana (Tangerang)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatulllahi wabarakatuhu.

Jika Anda telah ditalak tiga kali maka status talak Anda adalah talak baain, yaitu talak yang telah menutup pintu rujuk atau kembali. Suami Anda bisa menikahi Anda kembali jika Anda telah menikah dengan orang lain dan berpisah darinya. Allah berfirman:

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ  … فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik..... Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain.” (QS. Al Baqarah: 229-230).

Karena status Anda secara agama telah ditalak tiga, maka sampaikan kepada suami Anda bahwa Anda dan dia bukan siapa-siapa lagi dan tidak boleh rujuk sampai Anda menikah dengan pria lain. Dan sampaikan kepada suami Anda agar dia segera mengurus surat perceraian Anda, agar Anda dan dia memiliki ketetapan hukum secara hukum negara.

Karena status Anda bukan lagi istri dari suami Anda, maka secara hukum tidak ada kewajiban bagi dia untuk menfakahi Anda, akan tetapi dia tetap berkewajiban untuk menafkahi anak kandungnya.

Seorang ayah tetap berkewajiban memberi nafkah kepada anaknya meskipun dia telah berpisah dengan istrinya. Karena status ayah tetap melekat padanya, maka keawajiban nafkah juga tetap melekat kepadanya. Allah berfirman:

وَالۡوَالِدٰتُ يُرۡضِعۡنَ اَوۡلَادَهُنَّ حَوۡلَيۡنِ كَامِلَيۡنِ‌ لِمَنۡ اَرَادَ اَنۡ يُّتِمَّ الرَّضَاعَةَ ‌ ؕ وَعَلَى الۡمَوۡلُوۡدِ لَهٗ رِزۡقُهُنَّ وَكِسۡوَتُهُنَّ بِالۡمَعۡرُوۡفِ‌ؕ لَا تُكَلَّفُ نَفۡسٌ اِلَّا وُسۡعَهَا

Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. (Al Baqarah:233)

Wallahu a’lam bishowab (as)



-- Amin Syukroni, Lc