Suami Abai Terhadap Istri

Pernikahan & Keluarga, 6 April 2021

Pertanyaan:

Asslm. Ust, afwan ingin berkonsultasi apakah permasalahan saya ini masih bisa diperbaiki.

Saya baru menikah selama 7bln, semakin hari suami saya semakin abai, acuh terhadap saya. Saya heran, knp dia selalu pulang ke rmh mlm padahal kerjaannya jam 4pun beres (giliran saya lg di rmh org tua) dia bisa plg ke rmh msih sore. Dia bisa telp2an dgn org tuanya tiap hari bahkan dlm sehari berkali2 (giliran qt lg berjauhan dia gk pernah ada nelp atau pun wa utk sekedar nanya kabar saya) dia tipe org yg tdk bisa jauh dr hp tp kalo saya chat slow respon bahkan tdk dibalas. Dia asyik main game bahkan hingga jam 2 pagi, tdk bisa absen (tp klo di rmh org tuanya dia bisa tdk main game). Dia selalu jaga jarak dgn saya, jgnkan nyentuh disentuh pun spt tdk mau, bahkan untuk nafkah batin pun jarang mungkin klo beruntung 1bln 1x. Nafkah lahir dia blm mampu, jd masih saya yg handle. Kalo ada masalah dia tdk pernah diselesaikan, malah ngegantung acuh cuek lalu memilih pergi (ke rmh org tuanya atau abai), stp saya sebutkan keluhan saya, keinginan saya, atau tolong respon jawabnya bingung gk tau... Saya harus gmn menanggapi suami spt ini (intinya saya merasa terabaikan, tdk ada perhatian, tdk ada tanggung jwb). Apakah klo saya meminta bercerai, alasan saya ini syari? (Saya khawatir kalo ini hanya sekedar perasaan saya yg berlebihan). Mohonmasukannya ust



-- Noer (Bandung)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik. Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian.

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi sekaligus menasehati kalian berdua dan lebih khusus kepada suami yang selama ini abai terhadap perannya sebagai seorang suami, hal tersebut perlu segera anda lakukan dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan membuka hati suami anda secara khusus untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda

Ketika upaya optimal telah anda lakukan, tetapi suami tetap dengan sikapnya sebagaimana yang anda sampaikan, dan anda sebagai istri sudah tidak lagi nyaman dengan kondisi rumah tangga anda, maka cerai barangkali bisa menjadi alternatif yang bisa anda tempuh dan itu insyaaAllah syar'i

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb



-- Agung Cahyadi, MA